Penertiban Bangunan di Jalan Cikopo Selatan
Pembongkaran bangunan-bangunan warung yang berada di pinggir Jalan Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dilakukan oleh Satpol PP. Pembongkaran ini dilakukan karena bangunan-bangunan tersebut dianggap berdiri di lahan jalan dan ada rencana pelebaran jalur alternatif Puncak Bogor.
Dalam pantauan, banyak bangunan beton di sepanjang jalan ini hancur dan rata dengan tanah. Beberapa warga terlihat masih melakukan pembongkaran sendiri terhadap lapak warung mereka. Salah satu warga yang terkena dampak penertiban adalah Jaenudin (32), pemilik warung sembako. Warungnya juga ikut dibongkar dalam penertiban tersebut.
Jaenudin menjelaskan bahwa sebelum penertiban dilakukan, pihak berwenang sudah memberikan surat pemberitahuan sepekan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa malam sebelum penertiban, ia mendengar informasi bahwa penertiban akan dilakukan pada hari berikutnya jam setengah 10 pagi. Oleh karena itu, ia mulai membersihkan barang-barang dari warungnya sejak malam hari.
“Awalnya saya bongkar sendiri, lalu Satpol PP ikut membantu sedikit,” kata Jaenudin kepada BOGORMEDIA, Selasa (16/12/2025). Saat ini, warung sembako miliknya telah hancur dan berubah menjadi puing-puing. Beberapa material seperti papan kayu dan atap genting berhasil diselamatkan.
Terkait dana ganti rugi atau kerohiman, Jaenudin mengaku tidak mendapatkan apa pun. “Saya berharap ada uang kerohiman, tapi di atasnya tidak ada. Gimana lagi,” ujarnya.
Proses Pembongkaran dan Tanggapan Warga
Proses pembongkaran ini dilakukan secara bertahap. Beberapa warga memilih untuk membongkar sendiri bangunan mereka sebelum tiba-tiba dibongkar oleh petugas. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran untuk mengikuti prosedur yang diberikan.
Namun, tidak semua warga merasa puas dengan cara penertiban yang dilakukan. Banyak dari mereka merasa kurang diberi informasi yang jelas atau tidak diberi kompensasi sesuai harapan. Mereka merasa bahwa kebijakan ini terlalu tiba-tiba dan tidak memperhatikan kondisi ekonomi para pedagang kecil.
Tantangan Ekonomi bagi Warga Sekitar
Banyak warga yang tinggal di sekitar Jalan Cikopo Selatan bergantung pada usaha warung mereka sebagai sumber penghasilan utama. Dengan dibongkarnya bangunan, mereka harus mencari alternatif baru untuk melanjutkan usaha. Beberapa dari mereka bahkan harus meninggalkan wilayah tersebut karena tidak bisa mencari tempat yang lebih cocok.
Selain itu, banyak warga yang khawatir tentang masa depan usaha mereka. Tanpa adanya kompensasi atau bantuan dari pemerintah, mereka merasa sulit untuk bangkit kembali dari situasi ini.
Harapan dan Tuntutan Warga
Warga setempat berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih baik dalam hal penertiban bangunan. Mereka berharap agar ada kompensasi yang layak dan bantuan dalam mencari lokasi baru yang lebih strategis.
Beberapa dari mereka juga menuntut agar pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan informasi dan memastikan bahwa hak-hak warga tetap dijaga selama proses penertiban berlangsung.
Kesimpulan
Penertiban bangunan di Jalan Cikopo Selatan merupakan langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperluas jalur alternatif Puncak Bogor. Namun, proses ini menimbulkan berbagai tantangan bagi warga setempat, terutama dalam hal ekonomi dan kesejahteraan. Diperlukan pendekatan yang lebih humanis dan komprehensif agar tidak hanya memenuhi tujuan infrastruktur, tetapi juga menjaga kepentingan masyarakat.








