Kapolres Ciamis Ajak Media Berkolaborasi dalam Persiapan Operasi Lodaya
Dalam rangka mempersiapkan Operasi Lodaya pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Ciamis mengambil langkah inovatif dengan melibatkan para jurnalis dari empat organisasi pers. Keempat organisasi tersebut adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), serta Ikatan Wartawan Online (IWO). Kegiatan yang diberi nama “Ngobras: Ngobrol Asik, Ngobrol Santai Bareng Kapolres Ciamis” ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk touring, sekaligus menjadi ajang monitoring kesiapan jalur wisata dan potensi kerawanan arus wisatawan di sejumlah titik strategis. Rombongan dimulai dari Situs Astana Gede Kawali, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukit Baros Ciomas, dan berakhir di Situ Lengkong Panjalu.
Kolaborasi Strategis dengan Media
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menekankan bahwa kolaborasi dengan insan pers bukanlah agenda seremonial, melainkan kebutuhan strategis dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Ia menyatakan bahwa media merupakan pilar informasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan bersama seperti ini, komunikasi semakin cair, sinergi semakin kuat, dan kita bisa bekerja sama menjaga kondusivitas Ciamis.
Rangkaian touring ini juga menjadi bagian evaluasi langsung kondisi jalur wisata yang diprediksi ramai saat libur akhir tahun. Saat singgah di Astana Gede Kawali, situs bersejarah Kerajaan Sunda, Kapolres menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan warisan leluhur yang tersimpan di kawasan tersebut.
Menjaga Warisan Budaya
“Ziarah ke Raja Pasundan dari yang pertama sampai Ratu Dyah Pitaloka membuat kita bangga dengan warisan Nusantara. Astana Gede ini cagar budaya luar biasa. Sekolah-sekolah seharusnya memasukkan sejarah lokal seperti ini dalam kurikulum atau ekstrakurikulernya,” ucapnya.
Kapolres juga menilai bahwa situs tersebut masih membutuhkan penataan lanjutan. Polres Ciamis akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis terkait pelestarian serta pengamanan kawasan cagar budaya tersebut.
Bantuan Sosial untuk Masyarakat Sekitar
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, Polres Ciamis memberikan paket bantuan sosial kepada juru kunci dan warga yang membutuhkan. Perjalanan dilanjutkan ke Bukit Baros Ciomas, salah satu destinasi yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan saat libur Nataru. Di lokasi ini, Kapolres melakukan dialog terbuka dengan kepala desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Selain itu, Kapolres juga melakukan aksi menanam pohon di bukit tersebut.
Sesi tanya-jawab berlangsung hangat, membahas mulai dari kesiapan jalur, potensi kerawanan, hingga edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Kunjungan ke Makam Raja Panjalu
Rombongan kemudian bergerak menuju Situ Lengkong Panjalu, dimana Kapolres dan para jurnalis mengunjungi makam Raja Panjalu. Polres Ciamis kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar, sebagai bagian dari kegiatan sosial yang menyertai agenda monitoring lapangan.
Apresiasi dari Organisasi Media
Ketua IWO Ciamis, Heru Pramono, mengapresiasi langkah Polres Ciamis yang mengundang seluruh organisasi wartawan tanpa pengecualian. Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan kemitraan yang setara dan sehat antara Polri dan pers.
“Saya sangat menghargai langkah Kapolres. Beliau bukan hanya mengundang, tapi benar-benar merangkul. Empat organisasi media duduk bersama, touring bersama, berdiskusi bersama, itu bukti bahwa Polres Ciamis memperlakukan media sebagai mitra sejajar, bukan hanya pelengkap,” tegas Heru.
Ia menambahkan bahwa jarang ada polres yang mampu mempertemukan seluruh organisasi media dalam satu kegiatan kolaboratif. Kapolres memberi ruang dialog, mendengarkan masukan, dan melibatkan media dalam proses pengecekan jalur. Kami merasa dihormati sebagai profesi yang punya tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi publik.
Heru berharap pola komunikasi ini dapat berlanjut sepanjang tahun dan bukan hanya menjelang momen-momen tertentu. “Ketika Polri dan pers berjalan beriringan, masyarakatlah yang akan merasakan manfaat paling besar,” pungkasnya.







