Remaja LK Laporkan Perundungan ke Polisi di Tasikmalaya

by -81 views
Remaja LK Laporkan Perundungan ke Polisi di Tasikmalaya

Korban Perundungan dan Penganiayaan di Tasikmalaya Melapor ke Polisi

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun, yang dikenal dengan inisial LK, akhirnya melaporkan kejadian penganiayaan dan perundungan yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Kejadian tersebut terjadi di sebuah gubuk yang diduga menjadi tempat para pelaku melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap korban.

LK melapor ke kantor polisi pada hari Sabtu, 6 Desember 2025. Ia datang bersama saudara kandungnya dan langsung menuju ruang Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) untuk memberikan keterangan. Dalam kesaksianya, ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. “Sebelum salat Jumat, kejadian itu terjadi,” ujarnya.

Menurut keterangan LK, ada lima orang yang terlibat dalam kasus ini. Semuanya adalah perempuan. “Satu orang merekam kejadian tersebut, sementara empat orang lainnya menganiaya saya,” katanya.

Selain mendapatkan caci maki, tamparan, dan jambakan seperti yang terlihat dalam video yang beredar, korban juga mengalami perlakuan lain. “Mereka memotong rambut saya, lalu guntingnya dilemparkan ke kolam,” tambahnya.

Baca Juga:  Ingin mencicipi kuliner di sekitar Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan? Ini 10 tempat makan favorit!

Setelah pemeriksaan selesai, korban kemudian diarahkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk membuat laporan resmi. Selanjutnya, Unit Identifikasi dari Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama dengan pihak kepolisian setempat di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Meski sudah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan resmi. Hal ini disebabkan karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat diharapkan tetap menantikan hasil investigasi yang akan dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Tindakan yang Dilakukan oleh Korban

Dalam laporan yang diberikan oleh LK, terdapat beberapa tindakan yang dilakukan oleh para pelaku. Berikut adalah rangkuman dari tindakan-tindakan yang dialami korban:

  • Perundungan verbal: Korban mendapatkan caci maki dan ejekan dari para pelaku.
  • Penganiayaan fisik: Korban ditampar dan dijambak oleh beberapa pelaku.
  • Pemotongan rambut: Rambut korban dipotong oleh salah satu pelaku.
  • Pelemparan benda: Gunting yang digunakan untuk memotong rambut korban dilemparkan ke kolam.

Proses Penyelidikan yang Sedang Berlangsung

Setelah laporan dibuat, pihak kepolisian melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut. Proses penyelidikan mencakup pemeriksaan saksi-saksi dan pengambilan keterangan dari korban. Selain itu, olah TKP juga dilakukan untuk memastikan bahwa semua fakta yang ada dapat diketahui secara lengkap.

Baca Juga:  Daun Kelor: Si Superfood Kaya Nutrisi Dan Cara Kreatif Menyajikannya

Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan segera mengumumkan hasil penyelidikan setelah semua data dan bukti telah dikumpulkan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan spekulasi atau menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Langkah yang Harus Diambil Oleh Masyarakat

Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya perundungan dan penganiayaan, terutama terhadap anak-anak. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil oleh masyarakat:

  • Melaporkan kejadian jika terjadi: Jika mengetahui adanya tindakan perundungan atau penganiayaan, segera laporkan ke pihak berwajib.
  • Memberikan dukungan kepada korban: Korban perlu didukung baik secara psikologis maupun emosional.
  • Meningkatkan kesadaran akan hak asasi manusia: Setiap individu memiliki hak untuk hidup aman dan nyaman tanpa ancaman dari orang lain.

Kesimpulan

Kasus penganiayaan dan perundungan yang dialami oleh LK menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap anak-anak. Dengan adanya laporan yang dibuat oleh korban, diharapkan pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban. Masyarakat juga diharapkan tetap waspada dan aktif dalam mencegah tindakan semacam ini terjadi kembali.

Baca Juga:  Valencia akan hadapi Timnas di GBK