Santri Nurus Sholaah Sumedang Makan Malam Kamis, Siang Jumat Dirawat di RS

by -37 views
Santri Nurus Sholaah Sumedang Makan Malam Kamis, Siang Jumat Dirawat di RS

Keracunan Massal di Ponpes Nurus Sholaah, Ratusan Santri Dirawat di Rumah Sakit

Keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren Nurus Sholaah yang berlokasi di Dusun Bangkir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kejadian ini menimpa ratusan santri yang mengikuti kegiatan pesantren pada Kamis (18/12/2025) malam. Awalnya, para santri menyantap makanan setelah selesai kegiatan pesantren. Namun, pada Jumat dini hari, sekitar pukul 04.00 hingga 14.00, banyak dari mereka mulai menunjukkan gejala keracunan.

Menurut informasi yang diperoleh, sebanyak 116 santri mengalami keracunan. Mereka berasal dari usia sekolah, sekitar 13-16 tahun, yaitu siswa SMP dan SMA. Gejala yang dialami antara lain mual, pusing, dan kelelahan. Beberapa di antaranya bahkan tidak bisa mengikuti salat Jumat karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Sumber Keracunan Diduga Bukan dari MBG

Camat Cimanggung, Agus Wahyudin, menyatakan bahwa keracunan ini diduga berasal dari makanan donasi yang berasal dari pihak luar pesantren. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan akibat dari program MBG (Makan Bersama), yang biasanya dilakukan dalam kegiatan pesantren.

Baca Juga:  Toyota Perkenalkan Urban Cruiser dan BZ4X Produksi Lokal di GIIAS 2025

“Ini bukan MBG, ada kegiatan donasi dari pihak luar, diduga, ini dari pihak luar, sedang dicek tim inafis,” ujar Camat.

Makanan yang dikonsumsi oleh para santri tersebut berasal dari pihak luar pesantren. Hal ini membuat petugas medis dan polisi harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari keracunan tersebut.

Proses Evakuasi dan Penanganan Medis

Para korban keracunan dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk Rumah Sakit Keselamatan Kerja (RSKK), RSUD Cikopo Cicalengka, RS Universitas Padjajaran (UNPAD), RS AMC Cileunyi, dan RS Harapan Keluarga. Hingga saat ini, ratusan santri masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

Pada pukul 21.17 WIB, terdapat empat unit mobil ambulans yang terlihat mengevakuasi jemaah yang mengalami keracunan. Tim medis dari puskesmas terdekat serta dinas kesehatan juga turun tangan dalam penanganan kasus ini.

Penanganan oleh Polisi dan Pihak Terkait

Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian, khususnya Tim Inafis yang dipimpin Satreskrim Polres Sumedang, telah turun tangan dalam kasus ini. Ia menekankan pentingnya penegasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi terkait penyebab keracunan.

Baca Juga:  Jadwal Filipina Vs Timnas Indonesia, Garuda Kembali Berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Perlu ada penegasan supaya tidak simpang siur, jadi ini bukan keracunan MBG,” katanya.

Selain itu, pihak desa dan keluarga para santri juga terlibat dalam proses penanganan. Meski demikian, sampai saat ini, orang tua para santri belum sepenuhnya diberi tahu tentang kondisi anak-anak mereka.

Penanganan Berkelanjutan

Camat Cimanggung menjelaskan bahwa sejumlah korban sudah dirujuk ke rumah sakit, dengan rincian sebagai berikut:

  • Enam puluhan santri dibawa ke Rumah Sakit RSHK
  • Empat puluh santri ke RS AMC
  • Dua santri ke RSUD Cikopo
  • Sisanya masih dalam observasi dan penanganan medis

Sementara itu, pihak pesantren dan pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi kesehatan para santri tetap stabil. Selain itu, proses investigasi terhadap sumber makanan yang menyebabkan keracunan masih berlangsung.