Detik-detik Awal Kebakaran Pasar Lemahabang Cirebon Saat Pasar Tutup, Api Muncul dari Kios Kelapa

by -13 views
Detik-detik Awal Kebakaran Pasar Lemahabang Cirebon Saat Pasar Tutup, Api Muncul dari Kios Kelapa

Penjaga Malam Pasar Lemahabang Mengungkap Detik-Detik Awal Kebakaran

Bau hangus masih menyelimuti Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Los-los yang menghitam berdiri kaku, sebagian atap runtuh, menyisakan puing-puing kebakaran yang menghanguskan pasar yang telah berdiri sejak 1988 itu.

Di balik kepulan sisa asap, Opik Imanudin (40), penjaga malam Pasar Lemahabang, masih mengingat jelas detik-detik pertama saat api mulai mengamuk. Malam itu, pasar sudah lama sepi dan seluruh pintu telah terkunci. “Waktu itu saya ada di depan. Tiba-tiba kecium bau asap, saya langsung lari masuk ke dalam. Pas dicek, apinya sudah besar,” ujar Opik saat ditemui di lokasi.

Menyadari situasi darurat, Opik tak menunggu lama. Ia langsung membuka seluruh pintu pasar dan meminta bantuan warga sekitar. “Saya bukakan pintu semua, minta tolong ke warga, terus langsung manggil Damkar,” ucapnya. Menurut Opik, kobaran api pertama kali ia lihat berasal dari salah satu kios yang menjual kelapa. Saat itu, api sudah menjalar ke bagian atas los.

Baca Juga:  Jus serta Infus Water dari Jeruk Untuk Menangkal Covid-19

“Saya lihat di kios yang jual kelapa. Apinya sudah di atas, berarti sudah besar,” jelas dia. Ia menegaskan, saat kejadian kondisi pasar benar-benar dalam keadaan tertutup dan tidak ada aktivitas jual beli. “Sudah sepi, sudah terkunci semua,” katanya.

Opik memperkirakan titik awal kebakaran berada di bagian tengah pasar, tepatnya di Blok B. Di sekitar lokasi tersebut, mayoritas pedagang menjual sayur-mayur. “Tengah lah, Pak. Blok B kayaknya. Di sekitarnya jualan sayur-sayuran semua,” ujarnya.

Sebagai penjaga malam, Opik bertanggung jawab membuka dan menutup seluruh akses pasar setiap hari. Total terdapat sepuluh pintu utama di Pasar Lemahabang. “Tutup jam setengah lima atau jam lima sore. Bukanya jam satu atau jam dua pagi,” ucap Opik. Saat peristiwa kebakaran terjadi, Opik mengaku tengah berada di sekitar Jembatan Desa, tak jauh dari area pasar.

“Saya lagi di depan, di desa, dekat jembatan. Pas kecium bau asap, langsung lari masuk ke pasar buat ngecek,” jelas dia. Selama tiga tahun bertugas sebagai penjaga malam, kejadian kebakaran ini menjadi pengalaman pertama yang ia alami. “Baru pertama kali kejadian seperti ini,” katanya.

Baca Juga:  4 Hal di Social Media yang Bisa Buat Suami Istri Bertengkar

Tim Kepolisian Lakukan Olah Tempat Kejadian Perkara

Di antara los-los yang hangus, tim kepolisian tampak menyusuri setiap sudut pasar untuk merangkai petunjuk awal penyebab kebakaran. Rabu (31/12/2025) siang, Satreskrim Polresta Cirebon bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan. Olah TKP dipimpin langsung Wakil Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi, didampingi Kapolsek Lemahabang AKP Yuliana.

“Hari ini kami menindaklanjuti pascakejadian kebakaran di Pasar Desa Lemahabang Kulon. Kami dari Satreskrim bersama tim Inafis melakukan olah TKP terkait kejadian kebakaran ini,” ujar Iwa. Ia menjelaskan, olah TKP diawali dengan pengamatan kondisi pasar secara umum sebelum difokuskan pada los dan kios yang terbakar.

“Pertama kami lakukan pengamatan keadaan secara umum. Kemudian secara spesifik kami teliti kios atau los yang terbakar untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan kejadian,” ucapnya. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan sumber api.

“Kami mengamankan beberapa barang, di antaranya bekas-bekas kabel yang terbakar dan sisa barang elektronik,” jelas Iwa. Namun, ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal dan belum bisa dijadikan kesimpulan. “Ini masih olah TKP tahap awal. Untuk memastikan penyebab kebakaran, kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri,” katanya.

Baca Juga:  Suara Pedagang Kecil: Pak Jokowi, Harga-harga Jangan Dimahalin!

Selain barang bukti, polisi juga telah memeriksa lebih dari lima orang saksi, termasuk penjaga malam yang pertama kali melihat munculnya api. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi, baik pedagang maupun saksi pertama yang melihat sumber api. Saat kejadian, pasar dalam keadaan tutup dan tidak ada aktivitas,” ucap Iwa. Dari keterangan awal saksi mata, api diduga berasal dari bagian atas los pasar.

“Saksi melihat sumber api berasal dari bagian atas los. Ini menjadi keterangan awal untuk pendalaman penyebab kebakaran,” ujarnya. Pantauan di lokasi, tim Inafis mulai melakukan olah TKP sekitar pukul 11.15 WIB dan memusatkan pemeriksaan di titik tengah pasar yang diduga menjadi lokasi awal munculnya api.