Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran, Atlet Ditemukan Meninggal Dunia
Seorang atlet terjun payung yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan laut Pangandaran akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
Jasad korban ditemukan oleh nelayan asal Cilacap pada Jumat 2 Januari 2026 pagi, terapung di tengah laut. Korban ditemukan pada pukul 06.48 WIB dengan posisi mengapung di permukaan air. Berdasarkan data yang dirilis oleh Tim SAR, lokasi penemuan berada pada koordinat 7 derajat 48,614 lintang selatan dan 180 derajat 39,488 lintang barat. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap.
Peristiwa ini terjadi setelah dua atlet terjun payung dilaporkan mengalami kecelakaan saat menjalani latihan persiapan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa 30 Desember 2025. Kejadian tersebut memicu pengambilan tindakan darurat dan operasi pencarian yang melibatkan banyak pihak.
Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dan dibawa ke Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut. Proses identifikasi dan pemeriksaan medis dilakukan guna menentukan penyebab kematian korban.
Kepala Pos Basarnas Pangandaran, Edwin Purnama, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa atlet terjun payung yang sempat dinyatakan hilang kini telah ditemukan oleh nelayan. “Jasad ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan air pada koordinat 7 derajat 48,614 lintang selatan dan 180 derajat 39,488 lintang barat,” ujar Edwin, Jumat 2 Januari 2026.
Ia menambahkan, setelah laporan dari nelayan asal Cilacap diterima, Tim SAR gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. “Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan resmi dihentikan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi para atlet dan pelaku olahraga ekstrem untuk tetap waspada dan memperhatikan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Selain itu, juga mengingatkan pentingnya perlengkapan keselamatan dan pelatihan yang memadai sebelum melakukan aktivitas di lingkungan yang berpotensi berbahaya.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Proses evakuasi korban berlangsung cepat dan terkoordinasi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan turut serta dalam operasi pencarian. Mereka bekerja sama untuk mencari korban di area yang luas dan berisiko tinggi.
Pada tahap awal, informasi tentang kehilangan atlet terjun payung diketahui dari keluarga atau rekan-rekannya. Informasi tersebut segera diproses dan tim diver siapkan untuk melakukan pencarian. Meskipun cuaca dan kondisi laut tidak sepenuhnya mendukung, upaya pencarian tetap dilakukan tanpa henti.
Setelah jasad korban ditemukan, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak atau mengganggu kondisi jenazah. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter dan petugas medis melakukan pemeriksaan fisik dan memastikan apakah ada tanda-tanda cedera yang bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang penyebab kematian.
Komentar dari Pihak Terkait
Edwin Purnama, kepala pos Basarnas Pangandaran, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat langkah-langkah keselamatan dalam kegiatan olahraga yang melibatkan risiko tinggi. Ia juga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait.
Selain itu, pihak pengelola bandara dan pelatih olahraga juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pelatihan keselamatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulan
Kecelakaan terjun payung di Pangandaran menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan. Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi pencarian dihentikan sementara. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting tentang keselamatan dalam berolahraga. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait.








