Pria Ciamis sukses jadi juragan roti di Bogor

by -20 views
by
Pria Ciamis sukses jadi juragan roti di Bogor

Perjalanan Sukses Seorang Mantan Kuli Bangunan Menjadi Pemilik Pabrik Roti

Amir Syarifuddin adalah contoh nyata dari seseorang yang mampu mengubah nasib melalui usaha dan ketekunan. Dulu seorang kuli bangunan, kini ia menjadi pemilik pabrik roti yang sukses di Bogor. Proses perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui perjuangan dan komitmen yang kuat.

Awal Perjalanan: Dari Buruh Bangunan ke Pedagang Kue

Amir Syarifuddin berasal dari Ciamis dan merantau ke Bogor pada tahun 1987. Di kota ini, ia bekerja sebagai buruh bangunan. Meski pekerjaannya melelahkan, ia tetap berusaha mencari peluang lain di bidang kuliner. Tiga tahun setelah tiba di Bogor, tepatnya pada tahun 1990, ia memutuskan untuk mencoba berjualan kue pancong. Ia menjual kue tersebut dengan cara dipikul keliling kampung.

Pada masa itu, ia masih belum memiliki modal besar. Namun, ia tetap bersemangat dan terus berusaha. Saat krisis moneter terjadi pada tahun 1997, Amir menghadapi tantangan berat. Namun, ia tidak menyerah. Ia memilih untuk beradaptasi dengan mengganti dagangannya menjadi dorayaki dan menggunakan gerobak yang ia dorong sendiri.

Baca Juga:  Kunjungi Pemimpin Redaksi, Menteri P2MI Siapkan 500.000 Tenaga Kerja Migran pada 2026

Membangun Modal dari Simpanan Desa

Dari hasil penjualan yang ia lakukan, Amir mulai menabung melalui Simpedes (Simpanan Desa). Tabungan tersebut akhirnya menjadi modal awal untuk membangun usaha roti pertamanya. Pada awal tahun 2000-an, ia membangun pabrik roti pertamanya dengan peralatan yang masih sederhana. Produksi dilakukan secara manual, bahkan pengadukan adonan dilakukan sendiri.

“Dulu saya belum punya mesin besar. Mengaduk adonan pakai tangan, lima kilo tepung pun saya kerjakan sendiri sampai selesai. Tidak ada yang mudah, tapi saya yakin usaha tidak mengkhianati hasil,” kenang Amir.

Pertumbuhan Usaha yang Pesat

Kerja keras Amir tidak sia-sia. Dari yang dulu hanya mengolah 5 kilogram tepung, kini pabrik rotinya mampu mengolah lebih dari 1,5 ton tepung per hari. Penjualan roti Amir pun berkembang pesat. Dulu hanya memiliki satu gerobak, kini ia memiliki 250 gerobak dan hampir 30 cabang.

Amir juga membuka cabang di luar Bogor, seperti di Tangerang dan Jakarta. Produk roti Galuh Sari semakin dikenal masyarakat luas berkat kualitas rasa dan harga yang terjangkau. Beberapa produk andalan yang diminati konsumen antara lain roti kukus, roti jadul, roti John, dan yang paling populer adalah Roti Bakar Bandung.

Baca Juga:  Petugas KPPS yang Meninggal Bakal Dapat Santunan Rp36 Juta

Berbagai Produk yang Menarik Minat Konsumen

Roti Bakar Bandung menjadi salah satu produk unggulan yang sangat diminati oleh masyarakat. Rasa yang lezat dan harga yang terjangkau membuat produk ini menjadi favorit banyak orang. Selain itu, produk lain seperti roti kukus dan roti jadul juga mendapatkan sambutan hangat dari para pelanggan.

Amir Syarifuddin tidak hanya sukses dalam bisnisnya, tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi banyak orang. Dari nol, ia mampu membangun sebuah pabrik roti yang kini menjadi bagian penting dari industri makanan di Bogor.

Kesimpulan

Perjalanan Amir Syarifuddin dari seorang kuli bangunan menjadi pemilik pabrik roti adalah bukti bahwa usaha dan tekad bisa mengubah nasib. Dengan semangat yang tinggi dan ketekunan, ia berhasil meraih kesuksesan yang diidamkan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin meraih impian melalui usaha.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.