Aksi Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor
Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor dikabarkan akan menggelar aksi demo di Balai Kota Bogor pada hari ini, Kamis (22/1/2026). Aksi ini disebut sebagai bagian dari ‘Aksi Bela Angkot’ yang dihimpun oleh aliansi Forum Lintas Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bogor.
Pantauan di media sosial menunjukkan bahwa selebaran pamflet rencana aksi tersebut sudah tersebar luas sejak beberapa waktu terakhir. Berdasarkan informasi dalam pamflet, aksi ini direncanakan akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi ini dengan titik aksi utama berlokasi di Balai Kota Bogor.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat yang akan beraktivitas hari ini. Masyarakat diminta untuk menghindari ruas jalan Balai Kota dan sekitarnya selama prosesi demo berlangsung agar tidak terjebak kemacetan.
“Hindari ruas jalan sekitar Balai Kota dan gunakan jalur alternatif untuk menuju tujuan anda,” tulis imbauan Pemkot Bogor. Pihak Pemkot juga menyarankan warga untuk mencari opsi moda transportasi lain selama para sopir angkot melakukan aksinya.
“Gunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum alternatif selama aksi berlangsung,” lanjut imbauan itu. Sebagai langkah antisipasi penumpang telantar, Pemkot Bogor pun sudah menyiapkan beberapa armada transportasi bantuan bagi masyarakat. Mulai dari bus uncal, bis sekolah, truk Satpol PP, sampai truk Polresta Bogor Kota disiagakan untuk mengangkut warga di titik-titik tertentu.
Riwayat Aksi Serupa
Sebelumnya, ratusan sopir angkutan kota (angkot) juga pernah menggelar demo serupa di Balai Kota Bogor pada Kamis (23/10/2025) lalu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terkait rencana Pemkot Bogor untuk menghapuskan sekitar 1.940 unit angkot tua di wilayah tersebut.
Pada aksi sebelumnya, para sopir angkot datang memadati arah Jalan Juanda dengan membawa berbagai poster berisi tuntutan. Bahkan, terdapat aksi unik dari salah satu sopir yang seluruh badannya dicat warna hijau khas angkot sambil membawa poster aspirasi.
Hingga saat ini, orasi terus dipersiapkan untuk disuarakan di depan Gerbang Balai Kota Bogor demi menuntut keadilan bagi para pengemudi. “Kami meminta pemimpin kota bogor khususnya Wali Kota dan Kadishub. Jangan dihapus angkot. Nasib kami bukan kami aja. Tapi anak istri. Ini bukan salah kami,” tegas salah satu orator dalam aksi sebelumnya.
Penyebab Kekhawatiran
Para sopir angkot merasa khawatir dengan rencana penghapusan angkot tua karena mereka menganggap bahwa angkot adalah sumber penghidupan mereka. Mereka juga merasa bahwa kebijakan tersebut tidak adil dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi para pengemudi.
Selain itu, para sopir juga menilai bahwa angkot memiliki peran penting dalam mengangkut masyarakat sehari-hari, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki transportasi umum yang memadai. Oleh karena itu, mereka memohon kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
Langkah Antisipasi Pemkot
Pemkot Bogor telah mengambil beberapa langkah antisipasi untuk mengurangi dampak aksi demo ini. Selain menyediakan armada bantuan, pihaknya juga memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Petugas kepolisian dan petugas Satpol PP telah dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Beberapa titik strategis di sekitar Balai Kota juga telah ditutup sementara selama aksi berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan para peserta aksi maupun masyarakat umum yang melintasi area tersebut.
Harapan Masyarakat
Masyarakat di Kota Bogor diharapkan dapat memahami situasi yang sedang terjadi dan bersabar selama proses aksi berlangsung. Meskipun ada kemungkinan gangguan lalu lintas, pihak Pemkot Bogor berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan para pengemudi angkot. Semoga semua pihak bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan menjaga kestabilan serta kenyamanan masyarakat di Kota Bogor.








