6 tips hindari kantuk saat tarawih Ramadhan, hindari makanan berminyak saat berbuka

by -3 views
6 tips hindari kantuk saat tarawih Ramadhan, hindari makanan berminyak saat berbuka

Tips Mengatasi Rasa Mengantuk Saat Shalat Tarawih

Rasa mengantuk saat melaksanakan shalat tarawih merupakan hal yang umum terjadi selama bulan Ramadhan. Perubahan pola tidur dan aktivitas harian dapat memengaruhi kualitas istirahat tubuh, sehingga kelelahan dan kantuk menjadi lebih mudah muncul. Untuk menghindari rasa kantuk yang berlebihan selama tarawih, penting untuk memperhatikan pola tidur dan kebiasaan sehari-hari.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap fokus dan khusyuk saat menjalani shalat tarawih:

Prioritaskan Pola Tidur Berkualitas

Selama Ramadhan, banyak orang mengalami perubuihan jadwal tidur akibat bangun sahur, melakukan ibadah tarawih, dan tidur larut malam. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya jam tidur total, yang pada akhirnya memicu kantuk di malam hari. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan jadwal tidur bisa memengaruhi ritme sirkadian tubuh, sehingga memengaruhi kewaspadaan dan energi.

Untuk mengatasi ini, coba tidur lebih awal setelah tarawih dan kembali tidur setelah sahur agar tubuh mendapatkan total 6-8 jam istirahat. Dengan begitu, tubuh akan tetap segar dan siap menjalani kegiatan malam hari.

Baca Juga:  Puncak Haji, Hari Ini Jemaah Laksanakan Wukuf di Arafah

Hindari Makanan Berat dan Berminyak Saat Berbuka

Makanan berlemak atau berkalori tinggi saat berbuka puasa dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan, sehingga energi terbuang dan memicu rasa kantuk. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan ringan, kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi tetap stabil sepanjang malam.

Selain itu, pastikan untuk minum air putih cukup saat berbuka dan sahur agar terhindar dari dehidrasi yang bisa menyebabkan kelelahan dan kantuk. Jangan lupa hindari makanan terlalu manis atau berminyak dekat waktu tidur karena dapat mengganggu pencernaan dan kualitas tidur.

Atur Waktu Konsumsi Kafein

Kafein adalah stimulan yang bisa membantu menjaga kewaspadaan, tetapi jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, bisa mengganggu kualitas tidur. Ahli kesehatan menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein seperti kopi dan teh setidaknya 4-6 jam sebelum tidur.

Konsumsi kafein terlalu sore atau malam hari dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama dari yang diinginkan, sehingga ketika tiba saat tarawih, tubuh sudah lelah tanpa mendapatkan tidur pemulihan yang cukup.

Baca Juga:  Dukung UMKM, Rona Dorong CFD Malam Jadi Daya Tarik Kuliner Majalengka

Lakukan Power Nap di Siang Hari

Penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat (power nap) selama 20-30 menit di siang hari dapat membantu mengurangi kantuk tanpa mengganggu tidur malam. Tidur singkat juga bisa membantu memulihkan energi dan meningkatkan fokus di malam hari, termasuk saat menjalani tarawih.

Namun, penting untuk tidak tidur terlalu lama di siang hari karena tidur yang terlalu panjang bisa membuat tubuh semakin lelah atau bingung dalam ritme tidur.

Bangun Rutinitas Tidur yang Konsisten

Menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun setiap hari membantu tubuh menyesuaikan ritme alami dan meningkatkan kualitas tidur. Meski jadwal Ramadhan berbeda dari hari biasa, usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama sebanyak mungkin.

Konsistensi ini membantu tubuh mengatur hormon seperti melatonin yang mengatur rasa kantuk dan kewaspadaan, sehingga Anda lebih fokus saat menjalani tarawih.

Gerakkan Tubuh Sebelum Tarawih

Melakukan peregangan ringan atau gerakan tubuh sebelum tarawih dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa tegang yang membuat kita mengantuk. Gerakan sederhana seperti tarikan napas dalam, peregangan otot leher dan pergelangan tangan dapat membantu Anda tetap waspada sebelum memulai shalat tarawih.

Baca Juga:  LASQI Bogor Gelar Seleksi Bintang Qasidah dan Bintang Vokal Religi