JABARMEDIA – Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan diri sebagai pusat wisata religi terkemuka, terutama menjelang Ramadan 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto secara resmi membuka pameran perdana 75 artefak bersejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.
Lokasi di kawasan Laga Tangkas Gelora Pakansari. Pembukaan ini menandai langkah awal Kabupaten Bogor dalam membangun identitas spiritual dan budaya di Jawa Barat.
Bupati Rudy Susmanto menyambut pameran ini sebagai anugerah besar yang memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai simpul kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.
Ia mengaitkan keberkahan ini dengan peristiwa penting sebelumnya, seperti kehadiran Mahkota Binokasih pada 2025 dan pembangunan Masjid Raya Nurul Waton pada 2026.
Pameran Sekaligus Menggerakkan UMKM di Bogor
Pameran artefak ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang perenungan spiritual, tetapi juga diproyeksikan menjadi daya tarik utama wisata religi yang akan menggerakkan roda ekonomi lokal. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah merancang agenda ini dengan cermat, berkolaborasi dengan para ulama, organisasi keagamaan Islam. Serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pengamanan ketat juga melibatkan berbagai instansi seperti Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga BNN Kabupaten Bogor. Guna memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Rudy menekankan bahwa keberadaan artefak-artefak ini merupakan takdir ilahi yang harus dimaknai sebagai penguat persatuan. Ajakan untuk memperbanyak doa, dan pondasi pembangunan Bogor dengan nilai-nilai spiritual.
Di antara 75 artefak yang dipamerkan, beberapa di antaranya, penutup kepala, rambut, dan bahkan ekstrak keringat Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Diakui Bupati Rudy belum pernah ia saksikan secara langsung sebelumnya, menambah nilai historis dan spiritual pameran.
Untuk kenyamanan pengunjung, area khusus ibadah dan munajat turut disediakan, lengkap dengan fasilitas kursi di kawasan Laga Satria. Pameran ini bukan sekadar agenda musiman Ramadan, melainkan upaya strategis untuk memadukan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai sejarah dan spiritualitas di Kabupaten Bogor.
Terbuka untuk umum dan gratis setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus sarana penguatan batin masyarakat. Juga mendekatkan mereka pada kegiatan religius, serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor dan seluruh bangsa Indonesia.







