Persib Bandung Tetap Dominan di Super League
Persib Bandung terus menunjukkan dominasinya di Super League. Mereka berhasil memuncaki klasemen sementara liga, sementara para rival mulai kesulitan untuk mengejar. Contohnya, Malut United yang baru saja kalah dari Maung Bandung, dan rival abadi Persija Jakarta yang terpeleset di kandang sendiri oleh Arema FC.
Meski demikian, superioritas Persib musim ini terasa agak berkurang karena jumlah gol yang mereka ciptakan secara rata-rata di setiap pertandingan terbilang minim. Dalam tujuh pertandingan terakhir, enam di antaranya berbuah tiga poin. Namun, kemenangan itu kebanyakan hanya berada di angka 1-0 atau paling telak 2-0.
Beruntung, Persib memiliki pertahanan yang tangguh. Mereka mencatatkan rekor sebagai tim dengan clean sheet terbanyak pada musim ini. Gawang yang dijaga Teja Paku Alam telah mencatatkan 12 clean sheet!
Minimnya produktivitas gol dari Persib turut mendapat sorotan pelatih Bojan Hodak. Misalnya setelah pertandingan menghadapi Persis Solo beberapa waktu lalu, ia menyayangkan banyak peluang yang terbuang.
“Kami punya 2-3 peluang tapi tidak bisa mencetak gol. Beruntung kami bisa bertahan dengan bagus. Gelandang tidak terlalu buruk, satu-satunya hal adalah finishing touch dari tiga peluang ini kurang tajam, karena kami hanya mencetak satu gol,” ungkap Hodak seperti dikutip dari ILeague.
Uilliam Baros: Penyerang yang Tidak Konsisten
Salah satu penyerang Maung Bandung yang kini menjadi sorotan adalah Uilliam Baros. Striker asal Brasil ini begitu subur di putaran pertama. Namun, menjelang akhir tahun hingga kini, ia tampak kesulitan mencetak gol. Ia memang saat ini merupakan top skor klub, yaitu membukukan tujuh gol. Tetapi jumlah golnya berhenti di situ.
Ia tercatat terakhir kali mencetak gol saat menghadapi Madura United pada 30 November 2025. Setelah itu, ia hanya membukukan satu assist saat menghadapi Borneo FC. Dan sejak itu, gol dan assist belum lahir lagi dari kakinya.
Meski begitu, ia masih dipercaya Bojan Hodak untuk menjadi penyerang utama. Mengutip dari Transfermarkt, ia telah memainkan 20 pertandingan, 11 di antaranya sebagai pemain utama.
Andrew Jung: Mesin Gol Baru
Kondisi Uilliam Baros yang jarang mencetak gol untungnya bisa tergantikan oleh performa apik penyerang lainnya, yaitu Andrew Jung. Pemain asal Prancis ini juga menjadi salah satu top skor Maung Bandung.
Mengutip dari Transfermarkt, ia telah mencetak lima gol di Super League sejak didatangkan pada September lalu. Jung adalah top skor kedua di bawah Uilliam. Namun, jika jumlah golnya digabung dengan kiprah Persib di AFC Champions League, Jung merupakan top skor klub. Di ajang turnamen antar klub Asia itu, ia mencetak empat gol, sehingga jika ditotal, ia menyumbang sembilan gol di semua kompetisi.
Sejak kedatangannya di Bandung, Andrew Jung memperkenalkan diri sebagai sosok striker yang serba bisa. Posisi terbaiknya adalah pemain nomor sembilan, tetapi ia kompeten juga sebagai second striker.
“Saya lebih banyak memainkan peran sebagai pemain nomor 9 (penyerang). Itu adalah posisi terbaik saya. Tapi, saya juga bisa bermain di belakang penyerang. Kita menyebutnya pemain nomor 9,5,” kata Jung seperti dikutip dari laman resmi klub.
Ia juga merupakan pemain yang tidak egois, dimana sejauh ini ia telah mencatatkan dua assist. Pemain bernomor punggung 90 ini memang tidak keberatan jika turut menyumbang assist asalkan bisa membantu tim meraih hasil positif.
“Membuat gol sudah menjadi tugas saya dan akan sangat senang jika bisa melakukannya untuk tim ini. Tapi setelah itu, saya pikir, membuat assist juga hal yang sama penting,” sambungnya.
Kedatangan Sergio Castel
Ketidakpuasan Bojan Hodak terhadap ketajaman lini serangnya akhirnya diwujudkan dengan mendatangkan satu penyerang baru pada bursa transfer paruh musim. Pelatih asal Kroasia ini mendaratkan penyerang asal Spanyol, Sergio Castel. Pemain jebolan akademi Atletico Madrid ini direkrut untuk menambah kedalaman skuad Maung Bandung di lini depan.
Meski belum menjalani debut di Super League, pelatih Bojan Hodak cukup terkesan dengan Castel meski sejauh ini baru memantau lewat latihan.
”Dia punya sentuhan bola yang bagus, posturnya tinggi, besar, dan kuat. Tentu saja dia akan memberikan kualitas tambahan,” ujar Hodak.
Kini dengan tambahan satu penyerang itu, Persib siap melaju kencang di Super League untuk mempertahankan juara sekaligus meraih gelar tiga musim beruntun. Hanya saja, Castel masih harus beradaptasi dengan iklim sepak bola di Indonesia karena sebelumnya ia belum pernah bermain di kompetisi Tanah Air.
Tentunya, adaptasi Castel harus secepat mungkin karena Super League terus berjalan. Jika tidak, maka performa Castel di lapangan bisa meredup dan akan kalah bersaing dengan para penyerang lama.







