H-3 Ramadan, Harga Ayam Naik 10% di Cirebon

by -16 views
by
H-3 Ramadan, Harga Ayam Naik 10% di Cirebon

JABARMEDIA – Harga daging ayam ras segar di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami kenaikan yang signifikan tiga hari menjelang Ramadan. Pada Minggu (15/2/2026), harga daging ayam mencapai Rp41.750 per kilogram atau naik sebesar 10,01% dibanding hari sebelumnya.

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), lonjakan harga ini terjadi dalam situasi kenaikan musiman menjelang bulan puasa. Permintaan yang meningkat dari masyarakat dan pelaku usaha kuliner menjadi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga dalam waktu singkat.

Selain daging ayam, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Telur ayam ras segar tercatat Rp31.100 per kilogram dengan kenaikan sebesar 5,96%. Cabai merah besar mengalami kenaikan 12,19% menjadi Rp44.650 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah melonjak 11,23% menjadi Rp93.600 per kilogram.

Meskipun cabai memiliki persentase kenaikan lebih tinggi, daging ayam tetap menjadi komoditas yang paling sensitif terhadap daya beli masyarakat karena merupakan sumber protein utama bagi rumah tangga.

Pantauan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon pada pagi hari menunjukkan bahwa harga ayam sudah mulai bergerak naik. Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa harga dari pemasok telah mengalami penyesuaian sejak akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Alun-Alun Kota Cilegon: Jantung Kota Baja Yang Menyajikan Ruang Publik Multifungsi

Di lapak pedagang daging ayam, harga jual berkisar antara Rp41.000 hingga Rp42.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas. Kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp37.000–Rp38.000 per kilogram.

Biasanya, kalau mau puasa harga pasti naik. Tapi, yang sekarang mahal sekali ketimbang tahun kemarin,” ujar Siti, seorang pedagang di Pasar Sumber.

Aktivitas pembeli di Pasar Sumber terlihat meningkat dibanding hari biasa. Warga mulai melakukan belanja untuk kebutuhan awal Ramadan, terutama untuk persiapan menu sahur dan berbuka pada hari pertama puasa. Permintaan yang meningkat lebih cepat dibanding suplai membuat pedagang menyesuaikan harga jual.

Harga Di Distributor Sudah Tinggi

Beberapa pedagang mengaku bahwa pasokan ayam relatif tersedia, namun harga dari distributor sudah lebih tinggi. Kenaikan di tingkat hulu tersebut langsung diteruskan ke konsumen karena margin pedagang dinilai sudah tipis.

Sementara itu, komoditas beras relatif stabil dengan kenaikan tipis di bawah satu persen. Beras kualitas medium I tercatat Rp15.150 per kilogram, sedangkan beras super I Rp16.700 per kilogram. Bawang merah naik 4,08 persen menjadi Rp45.900 per kilogram, sedangkan bawang putih justru turun tipis.

Baca Juga:  Usai Ditetapkan Jadi Zona Merah, Cirebon Sulap Stadion untuk Rapid Tes Corona

Minyak goreng curah berada di angka Rp20.500 per kilogram atau naik 0,74 persen. Minyak goreng kemasan bermerek berkisar antara Rp21.300–Rp21.900 per kilogram dengan kenaikan di bawah satu persen. Gula pasir premium stabil di Rp18.950 per kilogram.

Secara keseluruhan, lonjakan harga daging ayam menjadi perhatian utama menjelang Ramadan. Kenaikan dua digit dalam waktu singkat berpotensi terus berlanjut jika permintaan terus meningkat tanpa diimbangi distribusi tambahan dari sentra produksi.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.