Banjir dan Longsor Akibat Hujan Deras di Kabupaten Kuningan
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuningan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir akibat luapan sungai. Beberapa daerah seperti Desa Andamui, Cimahi, Cisaat, dan Dukuhbadag menjadi korban dari kondisi cuaca yang tidak menentu.
Banyak rumah warga tergenang air, sementara lapangan sepak bola dan beberapa ruas jalan juga turut terdampak. BPBD Kuningan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan kondisi mulai berangsur surut.
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa sungai meluap dan memicu banjir di beberapa daerah pada Rabu (11/2/2026). Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, di mana beberapa rumah warga sempat terendam air setinggi kurang dari 30 sentimeter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana atau Ibe, dalam laporan videonya sekitar pukul 23.30 WIB menyampaikan bahwa air sungai di Desa Andamui sudah surut. Banjir juga terjadi di Desa dan Kecamatan Cimahi. Sekitar 60 rumah warga terdampak genangan akibat luapan sungai, meskipun pada malam harinya air mulai berangsur surut. Kondisi serupa terjadi di Desa Cisaat dan Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin.
Di Desa Cisaat, lapangan sepak bola desa tergenang air, sedangkan di Dukuhbadag, banjir merendam sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan desa. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat. Dalam rilis yang disampaikan pukul 13.09 WIB, BMKG menyebutkan bahwa pada pukul 13.19 WIB dan 20.00 WIB masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan, termasuk Kecamatan Cibeureum, Karang Kancana, dan Cibingbin.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir lokal, tanah longsor di daerah rawan, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
Selain banjir, peristiwa tanah longsor juga terjadi di lingkungan SD-SMP Negeri Satap Cimulya, Dusun II RT 008 RW 002, Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi. Longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah tersebut, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Berdasarkan laporan kaji cepat BPBD Kuningan, longsoran sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 2 meter dan lebar 1 meter mengakibatkan tembok penahan tanah serta pagar sekolah terbawa material longsor. Bahkan satu unit bangunan musala di lingkungan sekolah dilaporkan terancam akibat kerusakan tembok penahan tanah dengan ukuran sekitar 10 meter x 5 meter x 60 sentimeter.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, Dinas Pendidikan, TNI, Polri, dan BPBD. Tim assessment BPBD kemudian diterjunkan untuk melakukan pendataan dan evaluasi dampak kerusakan.
Saat ini kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan. Warga bersama para guru bergotong royong membersihkan material longsor. Untuk penanganan lanjutan, pihak sekolah mengajukan surat rekomendasi guna tindak lanjut perbaikan. BPBD Kuningan menyatakan akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan apabila ada perkembangan terbaru.







