Kenaikan Harga Komoditas Pangan di Kabupaten Cirebon
Di tengah menjelang libur panjang Imlek dan persiapan Ramadan, beberapa komoditas pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai dan daging ayam ras mengalami kenaikan yang cukup besar, sementara beras dan gula relatif stabil.
Kenaikan Harga Cabai yang Signifikan
Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp88.750 per kilogram atau naik sebesar 18,49% dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini juga terjadi pada cabai merah besar yang mencapai Rp42.750 per kilogram atau naik 12,06%, serta cabai merah keriting yang berada di level Rp44.400 per kilogram atau melonjak 10,72%. Cabai rawit hijau juga turut meningkat menjadi Rp58.250 per kilogram dengan kenaikan sebesar 1,22%.
Peningkatan harga cabai ini disebabkan oleh permintaan yang meningkat menjelang momen keagamaan dan libur panjang. Hal ini juga terlihat di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, di mana cabai rawit merah terpantau mendekati Rp90.000 per kilogram. Cabai merah besar dan keriting dijual di atas Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Telur
Selain cabai, daging ayam ras segar juga mengalami kenaikan hingga Rp41.100 per kilogram atau naik 10,19%. Telur ayam ras juga meningkat menjadi Rp30.950 per kilogram atau naik 8,98%. Pedagang menyatakan bahwa kenaikan mulai terasa sejak awal pekan, karena permintaan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner meningkat.
Di Pasar Sumber, daging ayam ras dijual di kisaran Rp40.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Telur ayam ras dijual di atas Rp30.000 per kilogram. Aktivitas transaksi terlihat lebih ramai dibanding hari biasa, terutama pada lapak bumbu dapur dan kebutuhan pokok.
Stabilitas Harga Beras dan Gula
Sementara itu, harga beras menunjukkan pergerakan yang relatif terkendali. Beras kualitas bawah I berada di level Rp13.850 per kilogram dan beras medium I Rp15.150 per kilogram, dengan kenaikan tipis di bawah satu persen. Beras kualitas super bahkan terpantau stabil di kisaran Rp16.650 per kilogram. Gula pasir premium bertahan di Rp18.950 per kilogram dan gula lokal Rp18.000 per kilogram tanpa perubahan harga.
Minyak Goreng Mengalami Kenaikan Terbatas
Minyak goreng juga mengalami kenaikan terbatas. Minyak goreng curah berada di Rp20.450 per kilogram atau naik 0,74%, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek berada di kisaran Rp21.300–Rp21.900 per kilogram dengan kenaikan di bawah satu persen.
Tren Harga dan Dampak terhadap Masyarakat
Secara umum, kenaikan harga saat ini mengindikasikan adanya dorongan permintaan musiman menjelang Imlek dan persiapan Ramadan. Komoditas cabai menjadi penyumbang tekanan terbesar terhadap potensi inflasi pangan daerah. Jika tren ini berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, beban pengeluaran rumah tangga berpotensi meningkat, terutama bagi pelaku usaha makanan skala kecil.
Meski demikian, stabilnya harga beras dan gula memberi bantalan terhadap gejolak harga pangan. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat distribusi dan menjaga kelancaran pasokan, khususnya untuk cabai dan ayam ras, guna mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang puncak permintaan pada Ramadan mendatang.







