JABARMEDIA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia mendapat kabar baik. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, telah memastikan bahwa setidaknya tujuh program bantuan sosial (bansos). Akan disalurkan secara bertahap mulai awal Maret hingga menjelang Lebaran. Penyaluran ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghadapi lonjakan kebutuhan selama bulan Ramadhan dan persiapan Hari Raya Idulfitri.
Bantuan-bantuan ini menyasar penerima aktif yang telah terdaftar dalam data resmi pemerintah untuk tahun 2026. Sumber informasi dari kanal YouTube Cek Bansos menyebutkan bahwa program-program ini didesain untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan, memastikan penyaluran tepat sasaran kepada keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 4, serta pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Bantuan pertama yang dipastikan cair adalah pencairan susulan tahap pertama Program Keluarga Harapan (PKH). Kementerian Sosial menegaskan bahwa pencairan ini, yang ditujukan bagi KPM yang belum menerima bantuan di tahap awal, akan dilaksanakan sepanjang bulan Maret. Selain PKH, bantuan susulan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) juga akan disalurkan. Banyak penerima baru yang memegang KKS diketahui masih menanti proses pencairan. Pemerintah menargetkan penyaluran BPNT susulan ini dapat tuntas sebelum Lebaran 2026 tiba.
Program Atensi Yatim Piatu (YAPI) menjadi bantuan ketiga yang kembali disalurkan secara periodik setiap tiga bulan pada triwulan pertama tahun 2026. Khusus bagi anak-anak yatim dan piatu dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dijadwalkan cair mulai pertengahan Ramadhan. Bantuan PIP ini diberikan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA yang telah memiliki surat keputusan nominasi atau pemberian. Diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah dan rumah tangga selama bulan puasa.
Ragam Bantuan dan Mekanisme Penyaluran
Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) juga akan turut disalurkan, dengan mekanisme penyaluran yang disesuaikan berdasarkan kebijakan masing-masing desa. Sasaran utama bansos BLT-DD adalah warga miskin yang belum menerima bantuan reguler lainnya. Khusus bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), pencairan PKH dan BPNT tahap pertama tetap dilakukan melalui layanan PT Pos Indonesia. Warga penerima di daerah tersebut akan mendapatkan undangan resmi berbarcode sebagai syarat mutlak untuk melakukan pencairan di kantor pos setempat.
Salah satu bantuan yang paling dinanti masyarakat adalah paket pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Beberapa daerah di Indonesia Timur, termasuk Papua dan Nusa Tenggara Timur, dilaporkan telah siap membagikan undangan pengambilan bantuan tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh program bantuan sosial ini akan disalurkan secara bertahap hingga akhir Maret 2026. Dengan adanya berbagai bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih tenang dan merayakan Idulfitri tanpa beban ekonomi yang terlalu berat.







