MBG di Kota Bogor Disorot, BGN Jelaskan Perbedaan Menu

by -7 views
by
MBG di Kota Bogor Disorot, BGN Jelaskan Perbedaan Menu

JABARMEDIA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor menuai sorotan. Keluhan muncul selama bulan Ramadhan. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan isi paket makanan.

Mereka menilai tidak seimbang dengan anggaran yang telah dialokasikan. Keluhan ini ramai tersebar melalui media sosial. Hal tersebut memicu perdebatan luas di masyarakat.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perbedaan menu yang diterima siswa bukanlah kesalahan distribusi. Sebaliknya, ini merupakan bagian dari desain program. Desain tersebut mempertimbangkan jenjang pendidikan serta besaran anggaran untuk setiap kategori.

“Setiap siswa memang tidak mendapatkan menu yang sama,” ujar Dadan. Ia melanjutkan, “Penyesuaian dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan. Misalnya, kelas dua dan kelas empat meskipun satu sekolah, seharusnya berbeda.” Penjelasan ini menyoroti bahwa variasi menu telah direncanakan sebelumnya.

Dadan merinci skema anggaran MBG. Anggaran telah dibagi berdasarkan kelompok usia dan kebutuhan gizi. Untuk balita hingga siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 3, alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp8.000 per paket.

Baca Juga:  Perluasan Program Bantuan Pangan Non Tunai Menjawab Keresahan Warga

Sementara itu, bagi siswa kelas 4 SD ke atas, anggarannya mencapai Rp10.000 per paket.

Perbedaan Anggaran dan Dampaknya pada Menu MBG

“Untuk balita sampai SD kelas tiga Rp8 ribu. Kelas empat dan seterusnya itu Rp10 ribu,” ungkap Dadan saat dikonfirmasi. Perbedaan harga ini, menurutnya, secara langsung berpengaruh pada komposisi dan variasi menu.

Ia menekankan, penyesuaian tersebut dilakukan agar kebutuhan kalori dan gizi setiap kelompok usia terpenuhi. Standar yang ditetapkan oleh BGN menjadi acuan utama.

Meski ada penjelasan dari Badan Gizi Nasional, sorotan publik masih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya celah komunikasi. Banyak orang tua berharap transparansi terkait detail menu dan rincian komponen gizi dapat lebih terbuka. Publikasi informasi ini diharapkan dapat mencegah munculnya persepsi negatif di masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan memastikan asupan gizi anak terpenuhi. Ini termasuk selama periode Ramadhan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan di lapangan menjadi krusial. Tujuannya agar program ini mencapai sasaran tanpa menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

Baca Juga:  Qualcomm Perkenalkan Snapdragon 6s Gen 4 untuk Ponsel Menengah

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta sosialisasi. Upaya ini penting agar masyarakat memahami mekanisme penentuan menu.

Mereka juga perlu memahami alokasi anggaran dalam program MBG. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap inisiatif gizi anak ini dapat terjaga.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.