Pesan Terakhir Siswa SMP Bandung Sebelum Meninggal, Korban Akui Diculik: Ada yang Mengawasi

by -4 views
Pesan Terakhir Siswa SMP Bandung Sebelum Meninggal, Korban Akui Diculik: Ada yang Mengawasi

Kasus Kematian Siswa SMPN 26 Bandung yang Mencuri Perhatian

Kasus kematian seorang siswa SMPN 26 Bandung, ZAAQ, yang ditemukan tewas di eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, telah menjadi perhatian publik. Korban diketahui menghilang sejak 9 Februari 2026 dan akhirnya ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.

Chat Terakhir yang Menghebohkan

Sebelum hilang, ZAAQ sempat mengirimkan pesan kepada temannya. Dalam chat tersebut, ia mengaku sedang diculik oleh seseorang dan dibawa menggunakan mobil. Pesan itu terdengar panik dan penuh ketakutan. Isi chat yang berisi:

“Je aing diculik anjir pas balik mawa duit, aing teu apal iye dimana. Jol dibawa kana mobil aing (Je aku diculik pas pulang bawa duit, aku gak tau ini di mana. Dibawa pakai mobil aku).”

Setelah mengirim pesan tersebut, ZAAQ tidak lagi memberikan kabar. Temannya mencoba menghubungi korban melalui telepon, tetapi tidak diangkat. Akhirnya, korban kembali membalas dengan pesan yang meminta temannya untuk tidak menelepon karena sedang diawasi.

Baca Juga:  Rinna Sri Indiyati Perkuat Pembangunan Jalan dan Bantu UMKM Majalengka

Penemuan Jasad di Eks Kampung Gajah

Jasad ZAAQ ditemukan secara tak sengaja oleh seorang konten kreator TikTok saat sedang melakukan siaran langsung di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Awalnya, saksi mencium bau menyengat di sekitaran lokasi. Setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut berasal dari sesosok mayat.

Menurut informasi dari Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB. Saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut ke pihak keamanan setempat dan selanjutnya melaporkan ke polisi. Polisi segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Proses Pemeriksaan dan Autopsi

Setelah dilakukan olah TKP, jasad ZAAQ dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Sampai artikel ini ditayangkan, penyidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait penyebab kematian korban.

Selain itu, jenazah korban akan dibawa ke Garut, kampung halaman ibunya. ZAAQ merupakan anak piatu yang selama ini tinggal bersama ayahnya. Informasi tentang latar belakang keluarga korban juga menambah rasa prihatin atas kejadian ini.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Kenapa Pengojek Konvensional Tolak Ojek Berbasis Aplikasi

Tanggapan dari Sekolah dan Masyarakat

Sekolah tempat ZAAQ bersekolah, SMPN 26 Bandung, sempat membagikan informasi bahwa korban masih berada di sekolah hingga akhir pembelajaran. Setelah pulang dari sekolah, korban dilaporkan menghilang. Informasi ini juga viral di media sosial, sehingga memicu kekhawatiran dan pencarian terhadap korban.

Beberapa waktu setelah hilang, beredar di media sosial chat yang diduga dikirimkan oleh ZAAQ kepada temannya. Isi chat tersebut mengungkap kondisi korban yang sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya ancaman serius.

Tantangan dalam Penyelidikan

Penyidikan kasus kematian ZAAQ masih dalam proses. Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait. Meskipun ada indikasi keterlibatan orang tak dikenal, penyidik masih memastikan fakta-fakta utama sebelum menentukan kesimpulan.

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pihak kepolisian mengenai status tersangka atau pelaku. Namun, kasus ini tetap menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan perlindungan terhadap remaja di wilayah tersebut.