JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa perlu diperhatikan karena kandungan kalori dan lemak yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Makanan gorengan tidak hanya meningkatkan risiko masalah kesehatan, tetapi juga kurang mampu memberikan rasa kenyang yang memadai setelah berpuasa selama seharian.
Menurut informasi yang disampaikan oleh seorang pejabat kesehatan, satu potong gorengan mengandung sekitar 100–150 kalori. Namun, kebiasaan masyarakat sering kali mengonsumsi tiga hingga empat potong sekaligus, sehingga total kalorinya bisa mencapai 300–450 kalori. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa untuk membakar kalori dari tiga gorengan, seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram harus melakukan olahraga seperti lari sejauh 5 kilometer atau treadmill selama sekitar 15 menit. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk membatasi konsumsi gorengan agar tidak merugikan kesehatan jangka panjang.
Bahaya Gorengan yang Perlu Diperhatikan
Konsumsi gorengan secara berlebihan tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit kronis. Berikut beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai:
- Meningkatkan risiko obesitas – Gorengan menyerap minyak dalam jumlah besar, sehingga kandungan kalorinya menjadi lebih tinggi.
- Meningkatkan risiko penyakit jantung – Kadar kolesterol dalam darah meningkat akibat konsumsi lemak jenuh yang tinggi.
- Meningkatkan risiko diabetes tipe 2 – Kandungan karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat dalam gorengan dapat mengganggu metabolisme gula darah.
- Meningkatkan risiko kanker – Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat akrilamida yang bersifat karsinogenik.
Selain itu, lemak trans dalam makanan gorengan dapat memengaruhi hormon yang meningkatkan nafsu makan. Hal ini membuat seseorang cenderung makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh, yang berpotensi memperbesar risiko penyakit metabolik dalam jangka panjang.
Cara Menghindari Bahaya Makan Gorengan
Meskipun masyarakat tetap bisa mengonsumsi gorengan, penting untuk memperhatikan cara pengolahan dan jumlah konsumsinya agar risiko kesehatan dapat diminimalkan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Gunakan minyak yang lebih sehat – Pilih minyak seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak alpukat yang memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah.
- Hindari penggunaan minyak berulang kali – Minyak yang digunakan berulang kali dapat menghasilkan zat-zat berbahaya yang berdampak buruk terhadap kesehatan.
- Perhatikan suhu penggorengan – Suhu ideal untuk menggoreng adalah sekitar 176–190°C agar minyak tidak terserap berlebihan ke dalam makanan.
- Tiriskan makanan menggunakan tisu – Setelah gorengan matang, gunakan tisu untuk menghilangkan minyak berlebih di permukaannya.
- Ganti metode memasak – Pertimbangkan alternatif seperti memanggang atau mengukus agar makanan tetap lezat namun lebih sehat.
Dengan kesadaran yang tinggi akan dampak kesehatan dari makanan gorengan, masyarakat dapat memilih pola makan yang lebih seimbang dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal.







