Kecelakaan Maut di Majalengka: 6 Orang Tewas dan 15 Luka-Luka
Kecelakaan maut yang terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menimpa rombongan keluarga asal Karawang. Kejadian tersebut melibatkan kendaraan Isuzu Elf dengan nomor polisi Z 7012 CN yang membawa sejumlah penumpang. Akibat kecelakaan ini, enam orang meninggal dunia dan 15 lainnya mengalami luka-luka.
Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan disebabkan oleh kondisi jalan yang licin akibat hujan serta jalur yang menurun tajam. Sopir diduga memaksakan perjalanan meski dalam kondisi lelah dan melaju dengan kecepatan tinggi. Hal ini menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan terguling ke parit.
Respons Pemerintah Provinsi Jabar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa duka atas kejadian tersebut. Ia juga memberikan santunan sebesar Rp150 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan bantuan bagi mereka yang ditinggalkan.
“Kami sampaikan doa semoga Almarhum dan Almarhumah diterima iman dan Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.
“Kepada seluruh warga dari mana pun, Jawa Timur atau Jawa Tengah, yang melewati Jawa Barat, hati-hati jalan. Lebih baik berhenti di jalan, daripada memaksakan diri. Keselamatan lebih utama daripada sekadar kecepatan.”
Pengalaman Korban Selamat
Salah satu korban selamat, Ratna Wulan, menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Rombongan keluarga berangkat dari Karawang pada hari Minggu pagi untuk tujuan ziarah dan wisata. Mereka sempat beristirahat di Ciamis atau Tasik sebelum melanjutkan perjalanan ke Pangandaran.
Setelah itu, rombongan pulang pada sore hari dan melanjutkan perjalanan ke Ciamis sebelum kembali ke Karawang. Saat perjalanan, beberapa penumpang sudah mulai mengantuk dan tidak sadar akan bahaya di sekitar.
“Pas di perjalanan pulang, itu jalan pertama kali lewat situ. Biasanya nggak lewat situ. Terus semuanya pada tidur,” kata Ratna.
Beberapa penumpang mencoba memperingatkan sopir agar tidak melaju terlalu cepat. Namun, kondisi jalan yang licin setelah hujan membuat situasi semakin memburuk.
“Udah licin habis hujan, terus pada teriak, langsung jatuh. Nggak tahu nabrak atau apa. Udah nggak inget, nggak sadar,” katanya.
Ratna mengaku kehilangan kesadaran setelah kejadian tersebut dan hanya menyadari saat sudah berada di rumah sakit.
Situasi Korban
Saat ini, seluruh korban luka sedang dirawat di RSUD Cideres, sementara korban meninggal dunia ditangani di dua rumah sakit berbeda, yakni RSUD Majalengka dan RSUD Cideres.








