Hujan deras di Majalengka picu longsor dan banjir, jembatan Cijurey ambruk

by -13 views
Hujan deras di Majalengka picu longsor dan banjir, jembatan Cijurey ambruk

Bencana Alam di Kabupaten Majalengka Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah di Kabupaten Majalengka menyebabkan berbagai bencana alam, seperti longsor, banjir, dan pergerakan tanah. Salah satu titik yang paling parah adalah Kecamatan Lemahsugih, serta ambruknya Jembatan Cijurey yang menghubungkan Desa Sindanghurip dan Cimanggu Hilir, Kecamatan Bantarujeg, pada Senin 23 Maret 2026 malam.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Agus Tamim, terdapat dua belas titik lokasi bencana yang terjadi akibat hujan deras yang turun sejak Senin sore hingga malam hari. Beberapa lokasi yang terkena dampak antara lain:

  • Longsor di Desa Sukamaju
  • Longsor di Desa Sinargalih
  • Longsor di Desa Cibulan
  • Longsor di Desa Lemahputih
  • Longsor di Desa Girimukti
  • Pergerakan tanah di Desa Gunung Seureuh
  • Banjir bandang di Desa Margajaya
  • Longsor tebing di Blok Cigondok, Desa Margamukti, Kecamatan Talaga

Akibat dari longsoran tersebut, akses jalan dari Talaga menuju Desa Ciranca sempat terhenti karena tumpukan material tanah dari tebing setinggi puluhan meter. Pada tahun lalu, tepatnya Rabu 5 Maret 2025, tebing ini juga pernah longsor dan bagian jalannya anjlok. Namun, hingga saat ini, jalan tersebut belum sepenuhnya diperbaiki karena tanah masih terus bergerak.

Baca Juga:  Longsor Cililin, 5 Korban Belum Ditemukan

Ruas jalan ini biasanya digunakan sebagai jalur alternatif oleh warga antara Kecamatan Talaga dan Kecamatan Malausma menuju Sukamantri, Kabupaten Ciamis, atau sebaliknya. Pada Selasa siang, jalan sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua, tetapi para pengendara harus ekstra hati-hati karena permukaan jalan penuh lumpur. Saat hujan, pengguna jalan sebaiknya menghindari jalur ini untuk mencegah kemungkinan longsor susulan kembali terjadi. Sampai saat ini, longsoran kecil masih terus terjadi.

Agus Tamim menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sedang melakukan asesmen terhadap lokasi-lokasi yang terkena bencana alam. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk memudahkan penanganan yang harus dilakukan ke depan, baik terhadap korban maupun penanganan terhadap bencana itu sendiri.

Jembatan Cijurey Ambruk

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka Agus Permana membenarkan ambruknya Jembatan Cijurey yang menghubungkan ruas Jalan Sindanghurip dan Cimangguhilir, Kecamatan Bantarujeg. Menurut dia, kejadian tersebut terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 23.00, akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran air Sungai Cijurey sangat deras.

Baca Juga:  Sergio Van Dijk: Saya Datang Untuk Bantu Persib Bandung Juara

Kondisi ini menyebabkan tergerusnya landhoof sebelah barat dari arah Cimanggu. “Kejadian hari Senin kurang lebih jam 23.00. Penyebabnya intensitas curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan arus sungai kuat dan meluap. Akibatnya, salah satu landhoof roboh karena tergerus air, tidak kuat menahan beban arus sungai,” ujar Agus.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, sementara ini pihak dinas telah melakukan pemasangan rambu-rambu penutupan jalan agar jembatan tidak dilintasi. Saat ini, warga Cimanggu yang akan bepergian ke luar desa atau ibu kota kecamatan terpaksa harus menempuh jalur alternatif melintasi Desa Salawangi yang jaraknya lumayan jauh.

Belum diketahui kapan jembatan tersebut akan diperbaiki. Diperoleh informasi, jembatan tersebut baru diperbaiki dua tahun lalu.