Komisi X DPR RI Dorong Garut Manfaatkan Budaya untuk Kembangkan Wisata Berdaya Ekonomi

by -4 views
Komisi X DPR RI Dorong Garut Manfaatkan Budaya untuk Kembangkan Wisata Berdaya Ekonomi

Upaya Penguatan Budaya Lokal untuk Mendorong Ekonomi Daerah

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menekankan pentingnya pengembangan wisata berbasis budaya sebagai strategi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah. Ia menyatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia berupaya melakukan langkah inovatif untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengemas potensi budaya menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Ferdiansyah menilai bahwa generasi muda harus diberdayakan dalam upaya ini. Ia berharap pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), untuk merancang sejumlah agenda budaya yang dapat dijadikan proyek percontohan atau pilot project.

“Berharap pemerintah daerah bersama PHRI duduk bersama memberikan satu dua kegiatan kebudayaan saja untuk dijadikan pilot project nanti. Kalau ini jalan, bisa ditawarkan kepada pihak hotel atau restoran,” ujarnya saat Seminar Budaya Lokal sebagai Penguat Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia 2045 di Sabda Alam Garut, Minggu, 8 Maret 2026.

Baca Juga:  Film Frozen 2 Tayang Mulai Jam 8 Pagi di Bioskop

Menurut dia, Komisi X DPR RI bersama mitra kerja di Kementerian Kebudayaan terus berupaya memperkuat karakter bangsa sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya pelaku seni dan budaya di daerah. Kegiatan seminar tersebut menjadi salah satu upaya mengajak pemerintah daerah, kalangan muda, serta komunitas seni dan budaya di Garut untuk kembali fokus menjaga kelestarian sekaligus memanfaatkan potensi budaya lokal.

Ferdiansyah menilai pemahaman masyarakat tentang budaya tidak boleh dibatasi hanya pada kesenian tradisional semata, melainkan harus dilihat sebagai aset yang memiliki potensi luas bagi pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa budaya bukan hanya sekadar tari-tarian atau angklung, tetapi memiliki arti luas yang ingin ia tanamkan bahwa suatu saat budaya bisa dimanfaatkan dan akhirnya menjadi kesejahteraan.

Ia menambahkan, berbagai produk budaya yang dimiliki Garut perlu terus digali dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sehingga mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Menurutnya, apabila pertunjukan budaya dapat disajikan secara menarik dan rutin, maka wisatawan yang datang ke Garut tidak hanya menginap satu malam, tetapi berpotensi tinggal lebih lama untuk menikmati berbagai atraksi budaya.

Baca Juga:  Masjid di Curugkembar Sukabumi Tersambar Petir

“Wisatawan tidak hanya menjadi wisatawan alam, tetapi juga wisatawan pertunjukan budaya, sehingga destinasinya semakin banyak berbasis budaya,” ucap politisi Partai Golkar ini.

Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan pemerintah daerah siap mendorong generasi muda untuk menjaga karakter budaya sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Ia menambahkan pihaknya dalam waktu dekat tengah menyiapkan kegiatan budaya bambu di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, yang melibatkan kalangan muda untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Sunda sekaligus memperkuat karakter generasi muda di Kabupaten Garut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ruang bagi generasi muda dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Dengan melibatkan anak muda, diharapkan mereka akan lebih sadar akan pentingnya budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian budaya.

Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Budaya

Untuk mendukung pengembangan wisata berbasis budaya, beberapa strategi telah direncanakan, antara lain:

  • Penyelenggaraan acara budaya rutin yang dapat menarik minat wisatawan.
  • Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan komunitas seni budaya.
  • Pelibatan generasi muda dalam penyelenggaraan acara budaya agar mereka menjadi pelaku utama dalam pelestarian budaya.
  • Pengembangan produk budaya yang dapat dijadikan oleh-oleh atau cendera mata yang bernilai ekonomi.
Baca Juga:  Museum Zoologi Bogor: Melihat Ribuan Koleksi Fauna Yang Diawetkan Dari Seluruh Nusantara

Dengan strategi-strategi ini, diharapkan budaya lokal dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah sambil tetap menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang sudah ada.