Majalengka Selatan Terancam Bencana: 25 Titik Longsor dan Banjir Bandang

by -10 views
Majalengka Selatan Terancam Bencana: 25 Titik Longsor dan Banjir Bandang

Bencana Alam Akibat Hujan Deras di Selatan Majalengka

Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Majalengka pada Senin malam (23/3/2026) memicu berbagai bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 25 titik longsor yang tersebar di 11 desa, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kecamatan Lemahsugih. Selain longsoran, bencana lain seperti gerakan tanah, banjir bandang di Desa Margajaya, hingga satu rumah warga tersambar petir di Blok Pasir Cabe, Desa Sinargalih juga terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa tim langsung diterjunkan begitu laporan masuk dari pemerintah desa dan relawan. “Setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan relawan, kami langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan kaji cepat. Saat ini pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah titik terdampak serta kebutuhan mendesak warga,” katanya, Selasa (24/3/2026).

Menurut Agus, kawasan selatan Majalengka memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana longsor, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama. Ia mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan, khususnya di lereng dan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau suara gemuruh, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  Menuju Jabar 1 : Pertarungan Sengit Para Artis di Pilgub Jabar 2013

Dampak bencana tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga mengganggu akses infrastruktur. Sejumlah jalan desa dilaporkan tertutup material longsor sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat. BPBD bersama Dinas PUTR, TNI, dan Polri kini terus melakukan penanganan darurat di lapangan. Pembersihan material longsor dilakukan dengan bantuan alat berat di sejumlah titik, di antaranya ruas jalan Ciranca serta jalur Padarek–Kalapadua.

“Tim BPBD dan PUTR dibantu TNI-Polri hari ini melakukan perbaikan di beberapa titik yang terkena longsoran dengan menggunakan alat berat,” jelas Agus.

Meski kerusakan terjadi di sejumlah titik, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun, pemantauan terus dilakukan mengingat potensi bencana susulan masih mungkin terjadi. BPBD Majalengka juga menegaskan akan terus mengoptimalkan penanganan dan distribusi bantuan bagi warga terdampak, sembari memperbarui data kerusakan dan kebutuhan di lapangan.

Titik Longsor Terbanyak di Kecamatan Lemahsugih

Berdasarkan laporan BPBD, Kecamatan Lemahsugih menjadi area dengan konsentrasi terbanyak titik longsor. Wilayah ini memang memiliki topografi yang rentan terhadap bencana alam, terutama ketika curah hujan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini sering dilaporkan mengalami longsoran akibat intensitas hujan yang tinggi.

Baca Juga:  Dinkes Cirebon Percepat Target SLHS, Hanya 22 SPPG Miliki Sertifikat Higienis

Beberapa desa di Kecamatan Lemahsugih seperti Desa Cipancar, Desa Karangmulya, dan Desa Cikalong mengalami dampak parah dari bencana ini. Warga setempat mengungkapkan bahwa mereka sudah lama mengkhawatirkan kondisi lingkungan di sekitar mereka, terutama di daerah lereng bukit dan dekat aliran sungai.

Upaya Penanganan Darurat

BPBD dan instansi terkait telah bekerja sama untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki akses jalan yang terganggu. Proses pembersihan dilakukan dengan alat berat, termasuk ekskavator dan truk pengangkut tanah. Tim juga terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan tidak ada risiko tambahan.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan posko darurat untuk membantu warga yang terdampak. Berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, air minum, dan perlengkapan tidur disiapkan sebagai bantuan sementara. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Imbauan untuk Masyarakat

Agus Tamim menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya bencana alam. Ia meminta warga untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal seperti retakan di tanah atau suara gemuruh dari lereng bukit. Jika terjadi, segera melaporkan ke pihak berwenang atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  Final AFF U-23, Polisi terjunkan 1.252 personel gabungan

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di area yang rawan longsor. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak mulai membaik. Material longsor yang menutup jalan telah dikuras, dan akses transportasi mulai pulih. Namun, BPBD tetap memantau situasi secara berkala, terutama jika hujan kembali turun dalam skala besar.