Kawasan Wonocolo Jadi Pusat Berburu Takjil Ramadan 2026
Kawasan Wonocolo Surabaya menjadi pusat berburu takjil selama Ramadan 2026. Suasana di sana terasa ramai dan dipadati pengunjung sejak sore hingga menjelang waktu berbuka puasa. Para pengunjung datang dari berbagai kalangan, termasuk para mahasiswa yang mencari makanan ringan dengan harga terjangkau.
Pedagang Mikro Merasakan Lonjakan Penjualan
Salah satu pedagang mikro yang merasakan lonjakan penjualan adalah Khofifah, yang menjual kue kucur dengan harga Rp 2.000 per potong. Ia mengatakan bahwa setiap hari selama Ramadan, ia menyiapkan tujuh hingga delapan kilogram adonan kue kucur. Kue ini disajikan dalam bentuk kecil dan bisa dinikmati oleh banyak orang.
“Setiap hari di sini, buka jam 3 sore. Tapi kalau goreng kue dari siang. Di sini masih goreng lagi sisa adonan, begitu sampai habis,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Sri Maryam, penjual roti canai, juga merasakan peningkatan penjualan. Ia berjualan mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB di kawasan pasar takjil Wonocolo. Roti canai dengan berbagai rasa seperti cokelat, original, keju, hingga durian ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 5.000. Bentuknya pun ada yang kecil dan besar.
“Alhamdulillah (Ramadan) melonjak tinggi. Biasanya jualan di sini minggu pagi. Puasa begini jualan dari sore. Ramai, selalu ramai kalau Ramadan. Sehari bawa 80 pax roti. Biasanya minggu ketiga masih ramai, lebih banyak anak kampus yang beli,” kata Sri Maryam.
Mahasiswa Antusias Cari Takjil
Antusiasme berburu takjil juga dirasakan oleh Achmad Mirza, seorang mahasiswa UINSA yang tengah membeli martabak. Ia mengaku senang datang ke pasar takjil karena varian makanan cukup beragam dan harganya sesuai dengan ‘kantong’ mahasiswa.
“Selain banyak pilihannya, dekat kos, harganya juga banyak yang murah. Jajan gorengan, martabak, nasi lauk Rp30 ribu. Sudah dapat banyak macam. Memang cari takjilnya di sini, biasanya sama teman-teman barengan, janjian cari buka puasa,” tutur Mirza.
Aktivitas Masyarakat Dominasi Anak Muda
Menjelang buka puasa pada Minggu (1/3/2026), aktivitas masyarakat di kawasan Wonocolo didominasi oleh anak muda. Lalu lalang warga sejak sore telah memadati gang-gang sekitar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).
Pasar takjil dipadati pembeli yang memilih jajanan, makanan, minuman jelang buka puasa. Banyak pengunjung memilih untuk membeli makanan ringan atau minuman segar sebagai pendamping berbuka puasa.
Keuntungan bagi Pelaku Usaha Mikro
Ramadan tahun ini terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Momen ini menunjukkan bahwa bulan suci ini menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima. Dengan jumlah pengunjung yang meningkat, para pedagang dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Varian Menu yang Menarik Minat Pengunjung
Di pasar takjil Wonocolo, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis menu yang menarik. Mulai dari kue kucur, roti canai, martabak, hingga makanan lainnya yang tersedia dengan harga terjangkau. Hal ini membuat para pengunjung kembali lagi untuk mencari makanan ringan yang lezat dan sesuai dengan budget mereka.






