Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sedang mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penerapan teknologi digital menjadi kunci dalam memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan kesiapannya dalam mengelola lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik.
“Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, hingga contraflow dan one way nasional,” ujar Agus dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Ahad (2/3/2026).
Menurutnya, penerapan kontraflow dilakukan berdasarkan parameter tertentu agar kebijakan tersebut tepat sasaran dan efektif. “Rekayasa lalu lintas contraflow memiliki parameter-parameter bagaimana kami mengeksekusi, sehingga bisa memperlancar perjalanan para pemudik,” tambahnya.
Salah satu parameter yang digunakan adalah jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar dan sistem traffic counting. Jika dalam satu jam berturut-turut jumlah kendaraan mencapai 4.500 hingga 5.000, maka akan diberlakukan contraflow lajur 1. “Jika sudah mencapai 6.400 kendaraan, maka akan diberlakukan contraflow lajur 2,” jelasnya.
Selain itu, kebijakan one way nasional maupun one way sepenggal juga akan diterapkan berdasarkan pembaruan data pemantauan lalu lintas secara real time. “Kami akan melakukan one way nasional atau one way sepenggal di wilayah one way nasional. Tentunya update terakhir dari teknologi pemantau arus lalu lintas, baik itu melalui drone presisi, juga radar yang ada di Jasa Marga,” kata Agus.
Apabila traffic counting menunjukkan angka yang sangat tinggi dan contraflow dua lajur telah diterapkan, maka opsi one way nasional akan diberlakukan. “Itulah cara-cara Korlantas hadir bekerja menggunakan teknologi dan update traffic counting, termasuk flow di bidang lintas akan kami hitung dengan cara-cara teknologi,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa Korlantas Polri tidak hanya memberikan imbauan, tetapi bekerja berbasis sistem data dan teknologi secara real time untuk menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat selama periode mudik. “Tentunya Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi hasil dari sistem yang kami bangun berbasis data dan teknologi yang real time agar mudik balik itu lancar,” katanya.
“Negara hadir untuk memastikan aman di bidang kriminalitas, lancar di bidang arus lalu lintas,” tambah Agus.







