JABARMEDIA – Perlindungan terhadap masa depan generasi muda di tatar Pasundan menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama instansi terkait menerbitkan alarm keras. Guna merespons perluasan ancaman miras pelajar Garut serta tren konsumsi rokok elektrik (vape) di lingkungan sekolah, Selasa (20/10/2026).
Alarm Keras dari Hasil Evaluasi Lingkungan Pendidikan
Meskipun jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) belum menemukan adanya indikasi kuat siswa aktif yang mengonsumsi narkotika psikotropika. Hasil pemetaan lapangan justru menunjukkan data lain. Pola kenakalan remaja bergeser dinamis pada komoditas zat adiktif alternatif.
Temuan mengenai maraknya peredaran rokok elektrik serta konsumsi minuman beralkohol di kalangan anak di bawah umur menjadi perhatian super intensif. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak kesehatan fisik, menurunkan fokus belajar, hingga memicu aksi tawuran jalanan jika dibiarkan tanpa kendali hukum.
“Persoalannya ternyata cukup luas di lapangan, tidak hanya terfokus pada narkoba konvensional semata. Ada juga meluasnya penggunaan vape dan rokok oleh anak di bawah umur. Termasuk minuman keras yang masih menjadi perhatian besar kami,” tegas perwakilan Pemkab Garut, Putri, Selasa (20/10/2026).
Pemkab Dorong Pembentukan Gerakan Pengawasan Bersama
Menyikapi eskalasi gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan konflik moral. Ini tidak bisa lagi bertumpu pada satu lembaga vertikal semata. Pemkab Garut kini mendorong pembentukan gerakan terpadu yang menyeluruh.
Skema kolaboratif ini dirancang dengan menyinergikan langkah edukasi moral di dalam kelas. Pengawasan ketat lingkungan pekarangan oleh komite sekolah, hingga tindakan represif kepolisian. Aparat penegak perda dijadwalkan mengintensifkan razia berkala ke sejumlah toko kelontong atau penyedia barang haram yang nekat menjualnya kepada anak sekolah.
Langkah penataan ruang rawan di sekitar fasilitas pendidikan juga akan diperketat demi mempersempit ruang gerak para pengedar. Komunitas orang tua diimbau untuk lebih peka dalam memeriksa barang bawaan anak remaja mereka. Guna mengantisipasi paparan zat berbahaya sejak dini.
Penyaluran Benih Petani dan Info Pemadaman Listrik PLN
Di tempat terpisah pada rangkaian agenda ketahanan pangan. Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) bersama Kelompok Peduli Pangan memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 di Lapang Harum Madu, Kecamatan Bayongbong. Kegiatan ini diisi dengan penyaluran bantuan 250 kilogram benih padi dan 30 kilogram jagung. Guna membantu pemulihan lahan tani pasca-kekeringan ekstrem.
Sementara itu, bagi masyarakat perkotaan, PT PLN (Persero) ULP Garut Kota menjadwalkan penghentian aliran daya listrik sementara per hari ini. Mulai pukul 09.00 WIB untuk keperluan pemeliharaan keandalan gardu udara di beberapa titik jalan protokol. Warga diimbau mengoptimalkan daya baterai perangkat komunikasi. Serta menjaga keamanan lingkungan rumah secara mandiri selama proses perbaikan sistem berjalan.







