Kisah Pilu: Jenazah Anak di Bogor Ditemukan Setelah Hilang 2 Hari

by -17 views
by
Kisah Pilu: Jenazah Anak di Bogor Ditemukan Setelah Hilang 2 Hari

JABARMEDIA – Sebuah kabar duka kembali menyelimuti warga Kabupaten Bogor. Ini terjadi dengan ditemukannya jenazah anak di Bogor, Fathan Afgary (7), seorang bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang. Jasad Fathan ditemukan di dalam sumur Balai RW 18, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Peristiwa tragis ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Korban sempat hilang selama dua hari setelah berpamitan untuk bermain.

Kisah pilu ini bermula pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kala itu, Fathan berpamitan kepada kakaknya untuk bermain di lapangan Balai RW, dekat rumahnya di Perumahan Villa Permata Mas, pada sore hari. Menjelang petang, sang kakak pulang ke rumah seorang diri tanpa ditemani Fathan. Keluarga dan warga segera melakukan pencarian mandiri pada malam itu. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, laporan kehilangan pun diajukan kepada pihak kepolisian.

Pencarian terus berlanjut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Proses ini melibatkan personel Polres Bogor, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat. Di tengah upaya pencarian yang intensif, muncul informasi penting. Rekaman CCTV lingkungan sempat memperlihatkan korban berjalan ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mencos. Informasi ini memberikan sedikit petunjuk, meskipun belum mengarah pada keberadaan pasti Fathan.

Baca Juga:  Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Mint (Mentha Piperita): Meredakan Sakit Kepala, Mual, Gangguan Pencernaan, Menyegarkan Napas

Dua hari berlalu tanpa kabar, hingga pada Jumat sore, 23 Oktober 2026. Harapan mulai memudar. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor bersama tim K9 (anjing pelacak) bersiap melakukan penyisiran ulang. Pada momen krusial ini, petugas dan warga mulai mencurigai sebuah sumur di area Balai RW. Sumur tersebut belum pernah diperiksa secara menyeluruh selama dua hari proses pencarian. Kecurigaan ini menjadi titik balik dalam upaya menemukan Fathan.

Detik-detik Penemuan dan Evakuasi Jasad

Kecurigaan terhadap sumur tersebut akhirnya terbukti. Jasad Fathan ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam sumur sedalam kurang lebih 10 meter. Ironisnya, sumur itu tertutup beton. Penemuan ini sontak mengejutkan semua pihak yang terlibat dalam pencarian. Setelah lokasi ditemukan, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Gunung Putri. Tujuannya adalah untuk melakukan proses evakuasi yang rumit dan penuh kehati-hatian.

Proses pengangkatan jenazah korban dari dalam sumur memerlukan peralatan khusus. Dibutuhkan pula keahlian tim penyelamat. Dengan kerja sama yang solid, jenazah Fathan berhasil diangkat ke permukaan. Setelah berhasil dievakuasi, jasad Fathan langsung diserahkan ke rumah duka. Momen ini dipenuhi kesedihan tak terhingga. Pihak keluarga, dalam duka yang mendalam, memutuskan menolak proses autopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah. Rencananya, jenazah Fathan akan dimakamkan di pemakaman Inkopad, Kota Depok.

Baca Juga:  9 Kecamatan di Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor, Jembatan Ambruk serta Ratusan Rumah Terancam

Langkah Penyelidikan Kepolisian untuk Mengungkap Fakta

Meskipun keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Imawan, menegaskan komitmen kepolisian. Mereka akan menyelidiki penyebab pasti bagaimana korban bisa berada di dalam sumur beton tersebut. Langkah hukum yang diambil meliputi serangkaian tindakan komprehensif. Pertama, kepolisian akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam. Tujuannya untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik. Kedua, mereka akan mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kejadian. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peristiwa ini.

Selain itu, penyelidikan juga akan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute hilangnya korban. Ini untuk melengkapi informasi yang telah ada. Polisi mengimbau masyarakat sekitar agar tetap tenang. Mereka juga diminta tidak menyebarkan informasi spekulatif yang belum terverifikasi. Masyarakat yang memiliki informasi relevan terkait kasus ini diimbau segera melaporkan ke Call Center Polri 110. Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan terhadap anak-anak serta keamanan lingkungan sekitar. Tragedi tenggelamnya ibu dan anak di sungai merupakan salah satu contoh musibah yang serupa.

Baca Juga:  Rudy Susmanto Sampaikan LKPJ TA 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.

No More Posts Available.

No more pages to load.