Angka Pengangguran Berkurang di Indonesia

by -5 views

20130507ekobis2Selama setahun terakhir (Februari 2012– Februari 2013), jumlah pengangguran di Indonesia berkurang 440.000 orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 mencapai 121,2 juta, meningkat 780.000 orang atau 0,66% dibandingkan Februari 2012 (120,4 juta). Pada periode yang sama jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 114,02 juta orang atau naik 1,2 juta dibandingkan Februari 2012 (112,8 juta). Dengan demikian, jumlah pengangguran di Indonesia yang pada Februari 2013 mencapai 7,17 juta orang turun 440.000 dari jumlah yang tercatat pada Februari 2012 (7,61 juta).

“Tapi, ada penurunan (1,24 juta) di sektor pertanian karena masa paceklik pada Agustus. Musim panen juga bergeser ke Maret dan April. Agustus juga ada puasa sehingga ibu-ibu yang bekerja itu berhenti,” tutur Kepala BPS Suryamin saat memaparkan Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia, di kantornya, di Jakarta, kemarin. Jika pertanian menjadi satusatunya sektor yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerja pada setahun terakhir, sebaliknya sektor industri, konstruksi, perdagangan, keuangan, jasa masyarakat, transportasi, pergudangan, dan komunikasi seluruhnya meningkat.

Sektor konstruksi dan perdagangan menyerap tenaga kerja terbanyak dengan jumlah masingmasing 790.000. “Ada perpindahan pekerja dari sektor pertanian ke industri,” ungkap Suryamin. Sementara, jumlah pekerja di sektor informal masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan formal. Pada Februari 2013 sektor formal sebanyak 45,6 juta orang (39,98%), sementara di sektor informal sekitar 68,4 juta (60,02%).

Dalam setahun terakhir, pekerja formal bertambah sebanyak 3,5 juta orang, sementara pekerja informal berkurang 2,3 juta orang. Penyerapan tenaga kerja juga masih didominasi pekerja dengan tingkat pendidikan rendah (SMP ke bawah) yakni sekitar 74,9 juta (65,7%), sementara yang berpendidikan tinggi (diploma dan universitas) hanya 11,2 juta orang (9,79%). “(Jumlah pegawai) Sektor formal tambah, kualitas pertumbuhan ekonomi kita tambah baik, informal kurang. Yang bagus, jika banyak pekerja sektor formal berusaha menciptakan pekerjaan, tidak bergantung orang lain,” kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Wyandin Imawan.

Kendati jumlah angkatan kerja maupun penduduk yang bekerja membaik, jumlah wirausahawan justru terus mengalami penurunan. Mereka yang masuk dalam kelompok wirausahawan yakni yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, dan berusaha dibantu buruh. Bila pada Februari 2011 jumlah wirausahawan mencapai 46,05 juta orang, sementara pada Februari 2012 sebesar 43,84 juta orang dan Februari 2013 sekitar 42,55 juta orang.

Dari segi rasio, kelompok wirausahawan dibandingkan penduduk usia 15 tahun ke atas juga terus turun. Bila pada Februari 2012 rasionya sebesar 0,25 maka pada Februari 2013 sekitar 0,24. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menuturkan, penurunan jumlah wirausahawan terjadi karena banyak pengusaha yang memilih untuk beralih menanamkan saham, membeli obligasi, atau menjadi importir daripada membangun usaha.

Persoalan infrastruktur, kepastian hukum, serta kebijakan pemerintah terkait upah minimum regional (UMR) menambah risiko berusaha di Indonesia sehingga mengurangi minat berwirausaha. ●maesaroh

sumber+foto:koran-sindo.com