
Seperti diberitakan Reuters, mengutip kantor berita Xinhua, gempa menghantam daerah Minxian dan Zhangxian, sekitar 170 Km sebelah tenggara ibukota provinsi Lanzhou pada pukul 07.45.
Gempa susulan melanda daerah yang sama sekitar 90 menit setelah yang pertama. Gempa kedua yang berkekuatan 5,6 Skala Richter itu merupakan yang paling signifikan dari beberapa gempa susulan lainnya.
Dalam laporan awalnya, Kantor Berita Xinhua mengatakan sebanyak 296 orang menderita luka serius dan 22 orang meninggal dalam kejadian itu. Sebanyak delapan kota di daerah terpencil, pegunungan mengalami kerusakan parah dalam gempa serta banjir dan longsor susulan.
“Banyak yang menderita luka akibat terkena runtuhan rumah. Para penduduk desa telah pergi ke rumah sakit lokal yang terdapat di sepanjang jalan,” Ujar Du, seorang dokter di daerah Minxian.
Akibat gempa, listrik menjadi padam serta warga juga melaporkan adanya gangguan pada sinyal ponsel dan juga internet. Palang Merah China mengatakan telah mengirim pasokan bantuan ke daerah-daerah, termasuk jaket dan tenda.
Hujan lebat juga diperkirakan akan melanda wilayah yang terkena gempa. Beberapa pejabat khawatir hujan akan memperparah kerusakan dengan menyebabkan lebih banyak tanah longsor dan banjir.
Banyak foto yang beredar di dunia maya memperlihatkan jalan yang di tepi sungai menyusut dan rumah-rumah pertanian hanya tinggal reruntuhan bata merah saja. “Sekitar 380 bangunan runtuh dan 5.600 lainnya mengalami kerusakan di daerah Zhangxian,” ujar pemerintah kota Dingxi yang dipublikasikan dalam sebuah microblog.
-viva.co.id-






