
Dr. Mu’jizat menambahkan, dengan bioreaktor berbahan dasar rumput laut yang berukuran 4 meter kubik, dapat menghasilkan biogas yang cukup untuk memasak pada dua rumah tangga petambak di Serang selama 30 hari.
Kepala Laboratorium Bioprospeksi Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) IPB ini menjelaskan, penelitian dilaksanakan di Serang, Banten, dan Takalar, Sulawesi Selatan.
Penelitian ini berjudul Potensi Biodegradsi Anaerobik Rumput Laut sebagai Bahan Baku Biogas ini, dan didanai oleh LPDP.
“Kami menggunakan beberapa jenis rumput laut antara lain Gracillaria, Euchema cottonii dan Ulva,”ungkap Peneliti Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) ini.
(poskota)






