Pelajar SMA Keluhkan Menu MBG di Sukabumi Bau: Nasi Berlendir

by -154 views
by
Pelajar SMA Keluhkan Menu MBG di Sukabumi Bau: Nasi Berlendir

JABARMEDIA.COM –  Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikeluhkan sejumlah siswa karena bau.

Menurut informasi, ada olahan makanan yang bau hingga nasi berlendir saat akan dinikmati para pelajar.

Protes itu salah satunya diungkap para pelajar SMA di Kabupaten Sukabumi yang enggan disebutkan asal sekolah dan nama mereka

Mereka berharap ada perbaikan penyajian MBG serta makanan yang berkualitas.

Keluhan itu salah satunya diungkap MA, seorang pelajar SMA kelas 12, MA mengaku MBG yang disajikan pernah ada yang berbau tak sedap.

“Kalau boleh jujur sih gak enak, kadang bau juga, bau kaya nasi berlendir,” ujar MA kepada Tribunjabar.id, Selasa (16/9/2025).

ak hanya dirasakan oleh MA, kondisi itu juga dialami oleh teman sekelasnya.

“Telor masih mentah pernah, baru kemarin, pas buka telor masih mentah, daging ayam masih ada bulunya,” kata MA dengan teman sekelasnya.

MA dan pelajar lain pun berharap ada perbaikan dan makanan diganti dengan yang lebih layak. Para pelajar SMA di Kabupaten Sukabumi ini pun sangat berharap merasakan MBG seperti di sekolah lain seperti hamburger.

Baca Juga:  Jelang Iduladha, Harga Kepokmas Mulai Naik

“Kalau bisa mah pengen diganti, lebih layak lah. Pengen ada rasa, kaya hamburger. Sekolah lain mah enak-enak ada hamburger, sekolah kita gak enak,” ucap MA.

Senada dengan MA, pelajar lain berinisial FCP juga merekomendasikan kualitas makanan MBG diperhatikan.

“Mungkin setiap orang memiliki sudut pandang berbeda, mungkin keluhan setiap orang beda-beda seperti kurangnya protein. Kalau untuk saya, untuk makanan sebenernya cukup-cukup saja, namun saya melihat pada kandungan susu yang terdapat pada MBG kami lebih tinggi kandungan air dibanding proteinnya, dari rasanya pun cukup terasa seperti air daripada susu,” urai pelajar perempuan itu.

“Dan untuk protein yang tertera di MBG mungkin kurang, karena didominankan oleh sayuran pada MBG kami, mungkin menyesuaikan budget juga ya, kami tidak tahu apa yang terjadi di dapur. Namun sejauh ini oke-oke saja, kurang atau tidaknya kami berterimakasih,” jelasnya.

FCP pun mengeluhkan hal yang sama, ia mengaku pernah mendapati menu MBG yang sudah bau.

“Betul, kadang ada yang bau, bau seperti bau asem, mungkin karena efek sudah ditutup dan karena sudah dimasak dari pagi ya, jadi bau yang ada di dalam MBG nya ditutup terlalu lama. Kami juga memaklumi dan tetep kami makan karena kami menghargai,” kata FCP.

Baca Juga:  Dubes Inggris Puji Kemampuan Bahasa Inggris Kaum Muda RI

FCP pun menyarankan agar pihak dapur mengurangi makanan yang berkuah. Karena sering terjadi tumpah saat dibawa oleh para siswa.

“Mungkin kedepannya kurangi yang berkuah, karena yang pertama saat dibawa dari depan ruang guru ke kelas kami itu berceceran di jalan dan menimbulkan jejak-jejak di jalan dan itu menjadi kotor,” ucapnya.

Tak hanya itu, FCP menilai bahwa makanan yang berkuah juga cepat asam, sehingga tidak layak dikonsumsi.

“Dan yang berkuah cenderung asam, semakin lama semakin asam, lebih banyak yang digoreng-gorengkan,” tuturnya.

Sama seperti MA dkk, FCP pun menginginkan MBG dengan menu hamburger hingga spageti alias pasta.

“Menurut saya dari kemarin itu yang dimakan itu banyaknya seperti spageti, kemudian di platform platform yang saya lihat itu MBG-nya banyak kaya hamburger, friend frise. Kami sangat menginginkan itu juga karena di sini belum sampai, belum ada yang seperti itu,” kata FCP.

Saat dikonfirmasi, Asisten Lapangan Pengawas Distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palabuhanratu, Erika Awalia Romadini, mengatakan, pihaknya telah menyajikan porsi sesuai dengan aturan yang ditentukan.

Baca Juga:  Ricuh di depan Kedubes AS, 5 Demonstran Diamankan & 11 Polisi Luka

“Untuk porsi yang ditentukan sudah sesuai SOP yang berlaku dari pihak ahli gizi, yang pasti dari proses penyajiannya kami lakukan secara bersih dan tetep memperhatikan SOP yang berlaku,” ujarnya via Whatsapp.

Erika mengatakan, pihaknya akan menelusuri keluhan dari para siswa terkait MBG di ibukota Kabupaten Sukabumi itu.

“Kami akan coba telusuri dahulu dari jadwal pengantar sampai ke tangan konsumen,” ucap Erika.

(Tribunnews/idram

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.