Pemblokiran Kursi Cegah Ulah Calo Tiket Kereta

by -9 views

tiket-ilustrasiHabisnya tiket mudik Lebaran membuat Ika, 36 tahun, awalnya merasa cemas tidak mendapatkan tiket mudik. “Waktu itu mau pesan online malah enggak dapat, akhirnya malah dapat dari calo,” ujar dia saat ditemui di Stasiun Pasar Senen.

Awalnya, Ika bersama suaminya membeli tiket via online, tapi tidak dapat. Setelah itu dia bersama suaminya datang ke stasiun untuk membeli tiket mudik. “Kami sudah nungguin satu hari di stasiun tiba-tiba ada yang nyamperin nawarin tiket mudik,” ujar dia. Tawaran yang diberikan oleh calo tersebut disambut baik oleh Ika. “Ya maulah, daripada enggak dapat,” ujar dia, yang langsung memesan enam tiket tujuan Jombang, Jawa Timur.

“Saya langsung pesan 6 tiket pulang-pergi, berangkat 16 Juli terus pulang 4 Agustus,” kata Ika. Ika membeli tiket dari calo seharga Rp 200.000 per tiket. “Itu kata si calonya udah murah, soalnya saya beli langsung enam tiket,” ujar dia.

Baca Juga:  Wartawan Dilarang Mendekat Lokasi Jatuhnya Hawk 200

Kabar mengenai calo yang masih ada dan sering muncul saat menjelang Lebaran ini dibenarkan oleh Agus Komarudin, Humas Daop I PT KAI. “Calo itu mungkin masih ada, tapi kami enggak bisa pantau terus-menerus,” ujar dia saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, 15 Mei 2014.

Untuk mengantisipasi calo yang marak menjelang Lebaran, PT KAI sejak 1 April 2014 memakai sistem pemblokiran kursi. “Biasanya calo itu membeli tiket yang murah, tiket ekonomi, karena kalau tiket mahal mereka enggak sanggup mendahului pembayaran,” kata Agus Komarudin. (baca: KAI: Pemudik Belum Terbiasa Beli Tiket Online)

Setelah membeli tiket murah, dia akan membatalkan tiket yang sudah dipesannya agar digantikan oleh penumpang sebenarnya. “Karena identitas penumpang harus sama dengan identitas di KTP,” ujar dia.

Baca Juga:  Kebakaran Hutan Ciremai-BTNGC Tutup Jalur Pendakian

Pemblokiran kursi tersebut maksudnya adalah, ketika dibatalkan, kursi tersebut terblokir secara otomatis. “Dengan diblokir otomatis maka tidak bisa dipakai lagi,” ujar Agus Komarudin. “Memang jadinya rugi di pihak PT KAI karena akan ada kursi kosong, tapi ya itu untuk mengurangi pembelian tiket gelap,” dia menambahkan.

Akan tetapi, sistem pemblokiran kursi hanya berlaku untuk kelas ekonomi. “Untuk ekonomi saja, karena itu tadi proses jual-beli tiket dari calo banyak terjadi untuk kelas ekonomi atau katakanlah tiket murah,” kata dia. Harapannya, dengan sistem pemblokiran kursi di kelas ekonomi, jual-beli tiket gelap untuk seterusnya dapat dikurangi, tidak hanya menjelang atau sesudah Lebaran. (tempo.co)