Puskeswan Kota Cirebon: Layanan Kesehatan Hewan yang Menjadi Sumber PAD
Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kota Cirebon tidak hanya menjadi tempat berobat bagi kucing dan anjing kesayangan, tetapi juga telah menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang signifikan. Berada di Jalan Kalijaga, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, bangunan Puskeswan mungkin terlihat kecil, tetapi kontribusinya sangat besar.
Layanan kesehatan hewan ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Veteriner di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon. Setiap tahunnya, layanan ini konsisten melampaui target pendapatan yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai layanan kesehatan hewan yang disediakan secara terjangkau dan profesional.
Layanan yang Lengkap dan Terjangkau
Puskeswan menyediakan berbagai layanan kesehatan hewan, termasuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi rabies, dan sterilisasi. Tarif yang diberlakukan jauh lebih murah dibandingkan klinik swasta, sehingga menjadi alternatif yang sangat diminati oleh warga.
Beberapa jenis hewan peliharaan yang dapat ditangani di Puskeswan antara lain kucing, anjing, monyet, kelinci, kura-kura, dan ular. Ini menunjukkan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada hewan peliharaan umum, tetapi juga mencakup berbagai jenis hewan lainnya.
Pengalaman Warga yang Mempercayai Puskeswan
Entin Supriatin, seorang warga Pulobaru Utara, sering membawa lima kucing peliharaannya ke Puskeswan. Ia mengaku mempercayai layanan kesehatan hewan ini karena harga yang terjangkau dan kualitas pelayanan yang baik.
“Saya punya lima kucing, yang satu ini ada gejala sesak napas sama demam, jadi saya bawa ke Puskeswan,” ujar Entin, Sabtu (14/2/2026). Ia juga menjelaskan bahwa kunjungan ke Puskeswan tidak hanya saat hewan sakit, tetapi juga untuk berkonsultasi tentang tumbuh kembang dan vaksinasi.
Biasanya, setelah pemeriksaan, hewan peliharaannya diberi obat racikan untuk konsumsi selama satu minggu. Hal ini menunjukkan bahwa Puskeswan tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga memberikan perawatan yang lengkap dan berkelanjutan.
Fungsi Puskeswan yang Mirip dengan Puskesmas
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa Puskeswan memiliki fungsi serupa dengan Puskesmas, hanya saja khusus untuk hewan. “Pada dasarnya sama seperti Puskesmas, hanya saja ini pelayanan kesehatan untuk hewan peliharaan,” jelas Elmi.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, Puskeswan juga menyediakan vaksinasi rabies bagi hewan berisiko serta layanan sterilisasi. Namun, untuk saat ini, tindakan steril masih terbatas pada kucing domestik.
Target Pendapatan yang Terus Meningkat
Menurut Elmi, sesuai ketentuan peraturan daerah, layanan Puskeswan tetap menerapkan tarif retribusi sebagai sumber PAD. Meski demikian, tarifnya jauh lebih murah dibandingkan klinik hewan pada umumnya.
Pada 2025 lalu, jumlah kunjungan Puskeswan mencapai 930 dengan target PAD Rp 60 juta dan realisasi Rp 67 juta. Tahun 2026 ini, target dinaikkan menjadi Rp 100 juta dari sektor retribusi pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat veteriner dan pelayanan kesehatan hewan.
Layanan yang Terstruktur dan Mudah Diakses
Kepala UPT Pelayanan Veteriner DKPPP Kota Cirebon, Eko Yosi Indriastuti, merinci layanan yang tersedia. “Layanan Puskeswan meliputi pemeriksaan kesehatan berbagai jenis hewan, pengobatan, vaksinasi rabies, serta sterilisasi kucing domestik,” ujar Eko.
Untuk tarif, pemeriksaan kesehatan dikenakan Rp 25 ribu, pengobatan Rp 50 ribu, sterilisasi kucing jantan Rp 150 ribu dan kucing betina Rp 250 ribu. “Pendaftaran sterilisasi dibuka setiap bulan pada minggu ketiga secara online. Untuk saat ini, sterilisasi baru melayani kucing domestik,” ucapnya.
Dengan kombinasi layanan terjangkau dan kontribusi nyata terhadap PAD, Puskeswan Kota Cirebon kini tak lagi sekadar klinik hewan, melainkan bagian dari strategi penguatan fiskal daerah berbasis pelayanan publik.







