PESAN DARURAT: Sungai Cilutung Meluap, Ratusan Rumah Terendam di 3 Desa Tomo Sumedang

by -22 views
PESAN DARURAT: Sungai Cilutung Meluap, Ratusan Rumah Terendam di 3 Desa Tomo Sumedang

Banjir Melanda Tiga Desa di Kecamatan Tomo, Sumedang

Pada malam hari Rabu (11/2/2026), tiga desa di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terendam banjir. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menyebabkan Sungai Cilutung meluap dan tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

Menurut informasi yang diperoleh, sebanyak 370 kepala keluarga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 147 rumah berada di Desa Darmawangi, 63 rumah di Desa Marongge, dan 160 rumah di Dusun Citele, Desa Tolengas.

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi wilayah-wilayah yang berdekatan dengan aliran Sungai Cilutung.

Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi berbagai fasilitas umum seperti masjid, Posyandu, dan tempat pendidikan. Selain itu, genangan air juga sempat mengganggu lalu lintas di jalur Tolengas-Jatigede serta mengakibatkan tiga hektare sawah terendam.

Bambang mengatakan bahwa ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter. Petugas BPBD segera tiba di lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi warga yang terdampak. Genangan air mulai surut pada pukul 01.30 WIB, dan pagi harinya petugas gabungan bersama warga mulai membersihkan lumpur sisa banjir.

Baca Juga:  Lionel Messi Pemain Terbaik Piala Dunia 2014

Pada hari yang sama, Bupati Sumedang juga hadir di lokasi banjir untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi yang terjadi di wilayah tersebut.

Dampak Banjir Terhadap Masyarakat

Banjir yang terjadi di tiga desa tersebut membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Banyak warga yang harus meninggalkan rumahnya sementara waktu untuk mencari tempat yang lebih aman. Selain itu, fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah juga terkena dampaknya.

Beberapa pengguna jalan mengeluhkan kesulitan dalam melintasi jalur Tolengas-Jatigede akibat genangan air yang cukup dalam. Hal ini memperlambat perjalanan dan memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Petugas BPBD dan relawan lainnya bekerja sama untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan. Proses pembersihan lumpur dilakukan secara bertahap, dengan bantuan alat berat dan tenaga manusia.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan logistik seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebersihan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terkena banjir.

Baca Juga:  Destinasi Selain Puncak untuk Libur Akhir Pekan

Masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam upaya pembersihan dan perbaikan fasilitas yang rusak akibat banjir. Mereka berharap agar kondisi bisa kembali normal dalam waktu dekat.

Peringatan dan Pencegahan

Bambang Rianto menyarankan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan memperhatikan informasi dari instansi terkait. Ia juga menekankan pentingnya penanganan lingkungan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial, diharapkan dapat meminimalkan risiko banjir dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.