Gempa Kecil Mengguncang Bandung pada Hari Rabu
Bandung kembali diguncang oleh dua gempa kecil dalam selang beberapa jam pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Gempa pertama terjadi pada pagi hari, sedangkan gempa kedua terjadi dini hari. Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa Barat masih rentan terhadap aktivitas seismik meskipun magnitudo yang tercatat relatif kecil.
Gempa Pagi Hari
Pada pukul 06.44 WIB, gempa dengan magnitudo 1,6 mengguncang Bandung. Menurut data dari BMKG, pusat gempa berada di darat sekitar Kabupaten Bandung, tepatnya 12 km sebelah timur laut kabupaten tersebut. Kedalaman gempa mencapai 9 km, sehingga termasuk dalam kategori gempa dangkal.
BMKG melaporkan informasi tersebut melalui akun resmi mereka di X @infoBMKG, dengan detail lokasi dan waktu yang jelas. Meskipun magnitudo tidak terlalu besar, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada mengingat potensi gempa susulan.
Gempa Dini Hari
Sebelum gempa pagi hari, Bandung juga diguncang oleh gempa kecil pada dini hari. Gempa ini terjadi pada pukul 02.03 WIB dengan magnitudo 1,4. Pusat gempa berada di darat, 8 km sebelah utara Kabupaten Bandung. Kedalaman gempa lebih dalam, yaitu 24 km. Informasi ini juga disampaikan oleh BMKG melalui akun resmi mereka.
BMKG memberikan disclaimer bahwa informasi yang diberikan bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan data. Hal ini penting untuk dipahami agar masyarakat tidak terkejut dengan perubahan informasi di kemudian hari.
Gempa Sebelumnya di Bandung
Sebelumnya, pada hari Selasa (5/5/2026) malam, Bandung juga diguncang oleh gempa dengan magnitudo 1,4. Lokasi gempa sama seperti gempa dini hari, yaitu 12 km sebelah timur laut Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 12 km. Meskipun magnitudo kecil, BMKG tetap memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Skala MMI dan Tingkat Getaran
BMKG menyediakan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk membantu masyarakat memahami tingkat getaran gempa. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, berikut tindakan yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.







