Warga Sragen Masak dengan Minyak Berbau Solar, Nasi Goreng dan Tahu Bakso Jadi ‘Nyegrak’

by -
by
Warga Sragen Masak dengan Minyak Berbau Solar, Nasi Goreng dan Tahu Bakso Jadi ‘Nyegrak’

Warga Desa Gading Mengeluhkan Minyak Goreng Bantuan yang Berbau Tidak Normal

Warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, mengalami kekecewaan terhadap bantuan minyak goreng merek Minyakkita yang mereka terima. Minyak tersebut diduga memiliki aroma aneh yang mirip dengan minyak tanah dan solar, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan saat digunakan untuk memasak.

Pemerintah desa setempat segera merespons keluhan warga dengan berkoordinasi dengan Bulog Tanon. Mereka memfasilitasi penukaran minyak goreng yang tidak layak konsumsi dengan produk baru yang lebih baik. Proses penukaran ini dilakukan di lorong kantor desa, tempat warga dapat mengembalikan kemasan Minyakkita dan menerima pengganti yang baru.

Hingga Minggu siang, sekitar 83 dari total 633 warga penerima manfaat telah datang ke kantor desa untuk menukar minyak goreng tersebut. Proses ini berlangsung secara tertib, dengan warga yang datang terlebih dahulu didata oleh perangkat desa sebelum menerima minyak pengganti.

Keluhan Warga Terhadap Aroma Minyak Goreng

Iswarni, warga Dukuh Karang, Desa Gading, mengaku sempat menggunakan minyak goreng bantuan yang diterima ibunya, Sanikem (82), untuk memasak. Ia mendengar cerita dari tetangga tentang aroma yang tidak biasa dari minyak tersebut. Setelah mencoba menggunakannya, ia merasa hasil masakannya justru tidak enak.

Baca Juga:  Wortel: Si Oranye Kaya Manfaat Dan Cara Menyajikannya Dengan Kreatif

Iswarni menggunakan minyak goreng itu untuk menggoreng nasi goreng dan tahu bakso. Namun, rasanya berbeda dari biasanya. “Rasanya gak enak, di lidah kaya kering, tenggorokan nyegrak,” katanya.

Ia mengaku awalnya penasaran setelah mendengar keluhan warga lain. “Tahunya dari tetangga, kemudian saya penasaran dan saya cobain dan rasannya tidak enak,” ujarnya.

Proses Penukaran Minyak Goreng yang Dilakukan

Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Gading, Yuli Cahyono, menjelaskan bahwa penukaran dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai minyak goreng bantuan yang diduga berbau minyak tanah dan solar.

“Beredar di medsos, saya inisiatif menghubungi pihak Bulog Tanon, untuk dilakukan penukaran migor,” kata Yuli. Menurutnya, terdapat sekitar 633 warga Desa Gading yang menerima bantuan minyak goreng tersebut. Hingga Minggu siang, sedikitnya 83 penerima manfaat telah datang ke kantor desa untuk menukarkan minyak goreng yang diterima.

Proses penukaran ini dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh minyak goreng yang layak dikonsumsi sekaligus merespons cepat keresahan yang muncul di tengah warga. Petugas lapangan Bulog di Kecamatan Tanon juga turut serta dalam proses penukaran ini.

Baca Juga:  Situs Megalitikum Gunung Padang: Mengungkap Misteri Situs Punden Berundak Terbesar Di Asia Tenggara

Peran Pemerintah Desa dan Bulog

Pemerintah desa bersama Bulog kini terus melayani penukaran minyak goreng bagi warga penerima bantuan yang mengalami keluhan serupa. Langkah ini bertujuan untuk memberikan solusi yang cepat dan efektif kepada masyarakat yang merasa tidak puas dengan kualitas minyak goreng yang diterima.

Dengan adanya proses penukaran ini, warga Desa Gading dapat tetap memperoleh bantuan minyak goreng yang layak digunakan. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan menjawab keluhan yang muncul secara langsung.




Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.