JABARMEDIA – Kabar duka mendalam menyelimuti civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB). Insiden memilukan terjadi dalam ajang olahraga tahunan di mana seorang pelari ITB Ultra Marathon meninggal dunia setelah sempat pingsan di luar rute perlombaan, Senin (19/10/2026).
Kronologi Ambruknya Korban di Sekitar Pesantren Al-Ittihad
Korban diketahui bernama Dody Muhammad Pasha (21), seorang mahasiswa aktif program studi Teknik Tambang angkatan 2023. Peristiwa kedaruratan medis ini pecah saat korban tengah berjuang dinamis menyelesaikan rute lari jarak jauhnya yang melintasi wilayah perbatasan antarkota.
Saat melintasi kawasan sekitar Pesantren Al-Ittihad, Dody mendadak kehilangan keseimbangan hingga jatuh tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan raya. Pengguna jalan bersama petugas lintasan yang bersiaga langsung menghampiri lokasi guna memberikan tindakan penanganan darurat awal.
“Saya Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan duka cita mendalam serta mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Pihak panitia telah mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh hak asuransi peserta diproses cepat,” tulis laporan resmi yang dihimpun per hari Senin (19/10/2026).
Uji Medis Awal Deteksi Cairan pada Paru-paru
Tim medis perlombaan langsung merujuk korban menuju Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur menggunakan armada ambulans darurat agar mendapatkan perawatan medis super intensif. Namun sayang, nyawa pemuda berusia 21 tahun tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Jasad korban kemudian dipindahkan menuju Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Sayang Cianjur untuk proses penataan formalin atas permohonan keluarga. Sebagai syarat penerbangan menuju kampung halamannya di Jambi. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis awal tim dokter forensik, penyebab kematian diduga kuat akibat adanya penumpukan cairan di paru-paru korban.
Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, menegaskan jajarannya terus mendampingi pihak keluarga sejak kedatangan dari Jakarta hingga pengurusan jenazah selesai. Tragedi ini memicu evaluasi menyeluruh terkait standardisasi pemeriksaan kesehatan (medical check-up) berkala bagi seluruh peserta olahraga ekstrem di masa mendatang.
Wali Kota Bandung Imbau Kewaspadaan Dampak Asap
Di tempat terpisah pada hari yang sama, kedinamisan isu lingkungan juga direspons oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Otoritas kota mengklarifikasi kekhawatiran warga mengenai sirkulasi angin yang sempat diproyeksikan membawa kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera serta Kalimantan menuju Jawa Barat.
Farhan menegaskan bahwa stasiun BMKG terkini menunjukkan arah angin telah berganti arah. Sehingga kualitas udara Bandung hari ini dipastikan aman dari gangguan kabut asap langsung. Kendati demikian, kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak tetap diimbau menjaga kebersihan fisik. Serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di tengah cuaca yang didominasi awan berawan dengan suhu berkisar 19–32 derajat Celsius.







