PANGANDARAN – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat bagian selatan kian mengkhawatirkan. Fenomena alam ini memicu terjadinya krisis air bersih Pangandaran yang meluas ke puluhan desa dan berdampak langsung pada kehidupan puluhan ribu warga setempat.
Puluhan Ribu Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, dampak kekeringan tahun ini telah dirasakan oleh sedikitnya 27.946 jiwa warga. Kesulitan akses air bersih ini tersebar secara masif di 38 desa yang berada di bawah naungan 9 kecamatan.
Kecamatan Kalipucang menjadi wilayah dengan dampak paling parah, di mana lebih dari delapan ribu warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan domestik. Sumur-sumur gali milik penduduk setempat dilaporkan mulai mengering total sejak beberapa pekan terakhir.
“Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Pangandaran terus meluas. Saat ini tercatat hampir 28 ribu jiwa terdampak, dengan wilayah terparah berada di Kecamatan Kalipucang,” tulis laporan resmi kebencanaan dari tim BPBD di lapangan.
Penyaluran Jutaan Liter Air Bersih secara Masif
Menyikapi eskalasi dampak kekeringan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan langkah taktis penanggulangan darurat. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Tagana, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dikerahkan penuh untuk menggelar suplai air.
Hingga hari ini, petugas telah mendistribusikan total 2.453.000 liter air bersih menggunakan armada truk tangki secara berkala. Distribusi logistik air ini difokuskan langsung ke titik-titik pemukiman padat penduduk serta fasilitas umum yang mengalami kelangkaan parah.
Selain mengandalkan bantuan tangki air dari pemerintah, sejumlah warga di beberapa desa juga mulai bergotong royong memanfaatkan sumur bor komunal guna menghemat cadangan air yang tersisa.
Prosedur Pengajuan Bantuan Air Bersih Bagi Warga
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi situasi darurat kekeringan ini. Untuk wilayah permukiman yang belum tersentuh bantuan, pihak desa diminta proaktif mengajukan permohonan resmi pengiriman armada air bersih langsung ke posko utama BPBD.
Penanganan krisis air bersih Pangandaran ini dipastikan akan terus berjalan selama masa tanggap darurat kemarau berlaku. Masyarakat juga diharapkan tetap bijak dan hemat dalam menggunakan air untuk keperluan memasak dan MCK sehari-hari.







