Pemkab Bogor Perkuat Ketahanan Pangan di Bomang, Dorong Ekonomi Masyarakat

by -27 views
by
Pemkab Bogor Perkuat Ketahanan Pangan di Bomang, Dorong Ekonomi Masyarakat

JABARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) secara aktif memperkuat ketahanan pangan Pemkab Bogor di kawasan Bomang. Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Zona 19, yang tidak hanya bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Program ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Selain itu, pengembangan Taman B2SA dirancang sebagai sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kemandirian pangan di tingkat lokal. Dengan demikian, diharapkan tercipta aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Lokal

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menjelaskan bahwa Taman B2SA dikembangkan bersama gabungan kelompok pengelola Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede. Kawasan ini dirancang sebagai ruang produktif yang mengintegrasikan budidaya sayuran, pembelajaran pertanian, penyediaan bibit, dan pemeliharaan ayam.

“Di Zona 19 kita membuat Taman B2SA yang dilengkapi saung edukasi, saung bibit, kandang ayam, dan penanaman benih sayuran. Pengelolaannya dilakukan bersama gabungan kelompok Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede,” ungkap Andri Hadian.

Baca Juga:  KPK Bidik Caleg Bogor Mengantisipasi Serangan Fajar

Saat ini, penanaman yang sedang dilakukan meliputi bayam, kangkung, dan jagung. Berbagai jenis tanaman pangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan produktif sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lingkungan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Selain budidaya tanaman, kandang ayam juga menjadi bagian dari pengembangan sumber pangan yang beragam, khususnya sebagai potensi penyediaan protein hewani.

Menurut Andri Hadian, keberadaan Taman B2SA diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya tanaman pangan, serta pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Upaya ini sejalan dengan inisiatif Bupati Rudy Susmanto yang juga mendorong penyaluran bibit untuk penguatan ketahanan pangan di wilayahnya.

Kolaborasi dan Manfaat Edukasi

Kegiatan ketahanan pangan di kawasan Bomang juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjadi proyek percontohan (pilot project) binaan DKP Kabupaten Bogor. Kelompok ini telah bermitra dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan kader ketahanan pangan.

“Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat sinergi dalam budidaya pangan, pemanfaatan hasil panen, serta pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat,” terang Andri Hadian.

Baca Juga:  Gempa 18 km di Pangandaran, Cek Magnitudo via BMKG

Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, DKP Kabupaten Bogor menyiapkan berbagai sarana dan bahan budidaya. Ini meliputi benih tomat, terong, cabai rawit, pepaya, sawi, benih bayam sebanyak 500 gram, benih kangkung sebanyak satu kilogram, pestisida organik, polybag ukuran 10×15, 20×20, dan 30×30, cangkul, dolomit, selang, emrat, pupuk kandang, garpu, paranet, handsprayer, serta kandang ayam.

Inisiatif ini juga relevan dalam konteks yang lebih luas, mengingat pentingnya penguatan ketahanan pangan keluarga menghadapi isu global. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi isu pangan, serupa dengan program ketahanan pangan yang juga diinisiasi Pemkab Sumedang.

Peluang Ekonomi dan Pemasaran Hasil Panen

Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, Taman B2SA juga diarahkan untuk membuka peluang usaha dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Ke depan, kawasan ini direncanakan dilengkapi saung pasar sayuran sebagai sarana pemasaran komoditas hasil budidaya. Melalui fasilitas tersebut, hasil panen kelompok pengelola diharapkan dapat dipasarkan secara langsung. Sehingga memiliki nilai ekonomi dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Saat ini, pembangunan empat saung di kawasan Taman B2SA masih dalam tahap penyelesaian (finishing). Saung edukasi akan menjadi ruang pembelajaran budidaya dan pola konsumsi sehat, sedangkan saung bibit mendukung pembibitan dan penyediaan benih tanaman. Adapun saung pasar sayuran direncanakan menjadi bagian dari pengembangan pemasaran hasil pangan yang dihasilkan kelompok pengelola.

Baca Juga:  Daun Pepaya: Pahitnya Obat, Manfaatnya Segudang, Dan Cara Mengolahnya Jadi Lezat

Pengembangan ini diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian produktif yang menghubungkan kegiatan budidaya, pemanfaatan hasil panen, dan pemasaran komoditas pangan. Kolaborasi antara pemerintah, Kelompok Wanita Tani, kader ketahanan pangan, dan kelompok pengelola diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan di kawasan Bomang. Ini menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat.

Penutup

Keberhasilan program ini akan didukung oleh pengelolaan yang berkelanjutan, perawatan tanaman, peningkatan keterampilan kelompok pengelola, serta pengembangan pemasaran hasil panen.

“Dengan demikian, Taman B2SA diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang memadukan ketahanan pangan, edukasi gizi, pengembangan usaha. Dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor,” pungkas Andri Hadian.

Melalui partisipasi aktif dalam Satgas Ketahanan Pangan di Bomang, DKP Kabupaten Bogor terus mendorong terwujudnya kemandirian pangan berbasis masyarakat. Juga meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, dan mengoptimalkan potensi lahan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.

No More Posts Available.

No more pages to load.