Pengalihan Konsumsi Premium Picu Inflasi Tinggi

by -10 views

ilustrasi

Ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi, berpandangan, apabila harga jual premium sesuai keekonomian, yaitu senilai Rp 9.100 per liter, termasuk pengalihan pemenuhan kebutuhan BBM, yang semula BBM subsidi menjadi nonsubsidi, secara langsung, hal itu melumpuhkan berpotensi ekonomi. Dia memprediksi, pada akhir 2012, Inflasi dapat melebihi 10 persen.

Dituturkan, pada APBN Perubahan 2012, target inflasi yang ditetapkan pemerintah mencapai 7 persen. Itu merupakan, ucapnya, hasil perevisian asumsi inflasi APBN 2012, yang penetapannya 5,3 persen.

Menurutnya, seandainya terjadi inflasi melebihi target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN Perubahan 2012, beban masyarakat kian berat. Hal itu, sambung dia, dapat membuat daya beli masyarakat kian melemah karena tidak tertutup kemungkinan, harga jual sejumlah komoditas pun mengalami kenaikan. (*)

Sumber :www.tribunnews.com