JABARMEDIA – Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah bagi ajang unjuk prestasi ribuan pesilat melalui Tegar Beriman Championship. Kejuaraan ini diikuti oleh 2.361 peserta dari 15 provinsi dan 161 kontingen, diselenggarakan di Gedung Laga Satria, Gelora Pakansari, Cibinong, pada Kamis (1/1). Ajang ini menjadi ruang penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah mereka jalani.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Indra Wardhana, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Tegar Beriman Championship. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya mempromosikan pencak silat serta menemukan bibit-bibit atlet potensial di seluruh Indonesia. “Kami dari Pengurus Besar IPSI mengapresiasi seluruh kejuaraan pencak silat. Melalui berbagai kejuaraan, pencak silat terus dipromosikan dan semakin dikenal masyarakat,” ujar Indra.
Peran Penting Kejuaraan dalam Regenerasi Atlet
Indra Wardhana lebih lanjut menjelaskan bahwa kejuaraan seperti Tegar Beriman Championship memiliki peran krusial dalam proses regenerasi atlet. Semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional. Oleh karena itu, PB IPSI berharap melalui kegiatan ini akan muncul bibit-bibit baru atlet yang mampu mengharumkan nama pencak silat dan nama bangsa.
Selain itu, Indra juga mendorong para peserta untuk menjadikan pertandingan sebagai momentum menunjukkan hasil latihan sekaligus membangun mental juara.
“Kepada adik-adik peserta, tunjukkan bahwa kalian memang pantas untuk berdiri di atas matras. Tunjukkan hasil latihan kalian selama ini. Tunjukkan bahwa kalian adalah insan-insan muda yang memiliki mental baja, mental juara,” tuturnya, memotivasi para atlet muda.
Antusiasme Peserta Melampaui Prediksi
Ketua penyelenggara Tegar Beriman Championship, Yan Purnama, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta di luar perkiraan panitia. Jumlah peserta yang mencapai ribuan orang dari berbagai provinsi menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga pencak silat.
“Semua peserta yang hadir hari ini cukup luar biasa antusiasnya. Secara keseluruhan, kita tidak memprediksi ternyata mendapatkan 2.361 peserta dari 15 provinsi dan 161 kontingen,” kata Yan.
Yan Purnama juga menjelaskan bahwa kejuaraan ini tidak semata-mata menjadi tempat untuk mengejar kemenangan. Para atlet juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan dan mengevaluasi hasil latihan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
“Harapannya mereka bisa menjaga sportivitas dan juga bisa menjadi bahan evaluasi latihan. Mungkin selama ini mereka tiga bulan, empat bulan berlatih, dan inilah event mereka yang selanjutnya,” tambahnya.
Perspektif Pelatih dan Atlet Muda
Salah satu perguruan yang turut ambil bagian adalah perguruan pencak silat Karuhun Padjadjaran Cimande Sahbandar. Darren Fauzan Widianto, perwakilan dari perguruan tersebut, mengaku senang dapat membawa peserta didiknya mengikuti kejuaraan yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah.
“Perasaan saya sangat senang, karena event ini lumayan besar. Banyak juga atlet-atlet dari luar yang ikut bergabung. Kami dari Karuhun Padjadjaran Cimande juga bergabung untuk meramaikan event ini,” ujar Darren.
Menurut Darren, kejuaraan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya berprestasi kepada anak-anak sejak usia dini. Ia menilai pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga memberikan ruang bagi atlet untuk meniti jenjang prestasi. Informasi lebih lanjut mengenai prestasi pesilat dapat ditemukan pada artikel Keberhasilan Sekolah MTs SA Ar-Rahman dalam Dunia Pencak Silat: Medali Emas dan Perak.
Sementara itu, salah seorang peserta, Sherly dari Perguruan Bina Satria, mengaku sempat merasa tegang saat pertama kali mengikuti pertandingan. Namun, rasa gugup tersebut berangsur hilang setelah pertandingan dimulai.
“Awalnya tegang, tapi pas sudah masuk biasa saja. Senang,” ujar Sherly. Dalam Tegar Beriman Championship, Sherly berhasil meraih juara kedua. Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut didorong keinginan untuk meraih prestasi sekaligus membanggakan sekolah dan orang tua.
“Motivasinya supaya bisa membanggakan, dari sekolah sampai orang tua,” katanya. Kehadiran event semacam ini di Cibinong menegaskan potensi daerah ini sebagai pusat kegiatan olahraga.









