Malaysia “Ralat” Kalimat Terakhir dari Kokpit MH370 Malaysia Airlines

by -3 views

peta-digitalOtoritas penerbangan sipil Malaysia, Senin (31/3/2014), “meralat” kalimat terakhir yang terkirim dari kokpit pesawat Malaysia Airlines berkode penerbangan MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014).

Otoritas tersebut mengatakan, kalimat terakhir yang diterima menara kontrol lalu lintas udara dari kokpit pesawat tersebut adalah “Good night Malaysian three seven zero”. Sebelumnya, otoritas Malaysia menyatakan kalimat terakhir dari kokpit tersebut adalah “All right, good night”.

Ralat tersebut disampaikan setelah serangkaian kritik menghujani otoritas Malaysia atas penanganan pesawat yang hilang dengan 239 orang di dalamnya itu. Keluarga penumpang, mayoritas dari China, menuduh Malaysia menyembunyikan informasi dan gagal mengelola upaya pencarian.

“Kami ingin mengonfirmasi bahwa percakapan terakhir dalam transkrip antara pengendali lalu lintas udara dan kokpit adalah pada 01.19 (waktu Malaysia) dan (kalimatnya adalah) ‘Good night Malaysia three seven zero’,” kata Departemen Penerbangan Sipil Malaysia dalam sebuah pernyataan.

Duta Besar Malaysia untuk China mengatakan kepada keluarga penumpang di Beijing, Rabu (12/3/2014), bahwa kalimat terakhir dari kokpit adalah “All right, good night”. Penggunaan kalimat “Good night Malaysia three seven zero” adalah versi lebih formal sebagai standar “pamitan” dari kokpit Boeing 777 tersebut, untuk meninggalkan ruang udara Malaysia dalam rute menuju Beijing itu.

Pernyataan dari otoritas penerbangan sipil ini keluar setelah Plt Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mendapat pertanyaan tentang kata-kata terakhir dari kokpit dan menolak merilis transkrip resmi percakapan terakhir tersebut.

Dalam pernyataan dari otoritas penerbangan disampaikan pula bahwa saat ini masih berlangsung penyelidikan forensik untuk memastikan kalimat terakhir itu diucapkan oleh pilot atau kopilot. Sebelumnya, Malaysia Airlines menyatakan bahwa kalimat terakhir itu diucapkan kopilot MH370.

Departemen Penerbangan Sipil mengatakan, tim penyelidik telah diperintahkan untuk menyampaikan transkrip penuh dari pembicaraan terakhir antara kokpit dan menara kontrol lalu lintas udara. Menurut rencana, penyampaian tersebut dilakukan pada pertemuan berikutnya dengan keluarga terdekat penumpang pesawat.

sumber: kompas.com