Yuk, Ajak Si Kecil Naik Gunung

by -1 views

trekking-anakMengenalkan alam sejak dini merupakan pilihan terbaik terutama jika si kecil dibesarkan di lingkungan perkotaan. Coba menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota. Lalu, “puasa” dulu dari kunjungan akhir pekan ke mal.

Agendakan liburan bersama si kecil naik gunung. Walaupun anak Anda masih balita, tak masalah mengajaknya menjajaki sejuknya hawa gunung dan rindangnya pepohonan hutan di gunung.

Pilih gunung yang biasa dijajal oleh pendaki pemula. Untuk warga Jakarta dan sekitarnya, bisa ajak ke Taman Nasional Gede Pangrango atau Taman Nasional Halimun. Di Taman Nasional Halimun, lokasinya bisa Citalahab yang berada di Sukabumi atau Gunung Bunder di Bogor.

Pertama-tama, ajak si kecil melakukan trekking di lereng gunung. Sesuaikan dengan kemampuan si kecil sejauh mana ia bisa menjalajahi gunung. Tak perlu terburu-buru, karena yang terpenting adalah si kecil bisa mengenali alam di sekitarnya.

Nah, sudah menjajal lereng gunung? Perjalanan berikutnya bisa lebih jauh lagi. Di perjalanan pertama kali, jangan langsung naik ke puncak. Pelan-pelan saja, mulai dari lereng lalu di perjalanan berikutnya lebih naik lagi.

Jangan paksakan si balita untuk berjalan jauh. Biarkan ia berjalan semampunya. Lalu sisanya bisa Anda gendong mengunakan ransel khusus untuk membawa bayi atau baby backpack. Walau ia tidak berjalan, si kecil tetap bisa melihat panorama dari balik gendongan.

Sambil berjalan, jangan lupa ceritakan benda-benda yang ditemui di jalan. Begitu juga suara-suara yang ia dengar. Biarkan ia menyentuh benda-benda sepanjang perjalanan, seperti air yang mengalir di sungai, daun-daun, dan batu. Tentu tetap dalam pengawasan Anda.

Jika si kecil sudah terbiasa Anda ajak menjelajahi gunung, saatnya untuk berkemah bersama si kecil. Biarkan ia merasakan tidur dalam tenda di alam bebas. Lalu terbangun di pagi hari sambil mendengar suara-suara alam.

Tertarik mengajak si kecil naik gunung? Terlebih dahulu ketahuilah riwayat kesehatan anak. Lalu, ada baiknya mengajak si kecil berkemah ketika sudah mulai makan makanan yang sama dengan orang tuanya. Hal ini untuk memudahkan perbekalan ketika berkemah. (sumber: kompas.com)