Kapal Tenggelam di Banglades, 9 Orang Tewas dan Ratusan Hilang

by -6 views

ilustrasi-kapal-tenggelamSebuah feri sarat penumpang terbalik dan tenggelam di Banglades, Kamis (15/5/2014) sore, setelah dihantam badai. Setidaknya sembilan orang tewas dan ratusan yang lain hilang.

“Kami menerima angka yang membingungkan tentang jumlah penumpang ketika kapal tenggelam. Namun, jumlah itu berkisar antara 200 hingga 350 orang,” kata administrator lokal, Saiful Hasan, Kamis.

“Sembilan mayat telah ditemukan sejauh ini,” kata Saiful tentang kecelakaan di Sungai Meghna di distrik Munshiganj tersebut, sekitar 50 kilometer dari ibu kota Banglades, Dhaka.

Kepala kepolisian setempat, Ferdous Ahmed, mengonfirmasi soal temuan korban tewas itu sembari menambahkan dua di antara korban itu adalah perempuan. Kapal tenggelam dalam perjalanan dari Dhaka menuju distrik di selatan Banglades, Shariatpur.

“Feri benar-benar tenggelam. Kami sedang berusaha menemukannya,” kata Ferdous. Dia menambahkan, sekarang kapal penyelamat masih dalam perjalanan dari Dhaka.

Ratusan kerabat penumpang kapal sudah berada di tepi sungai, tempat terjadinya kecelakaan tersebut. Di sana, mayat para korban tewas berjajar untuk diidentifikasi.

Media lokal Banglanews24.com mengutip pernyataan salah satu korban selamat, Abdur Razzaq, menulis bahwa kapal tiba-tiba dihantam badai dan tenggelam dalam hitungan menit. Kecelakaan feri kerap terjadi di Banglades, negara dengan 230 sungai yang saling bersilangan.

Para ahli menyalahkan pemeliharaan yang buruk, kelemahan desain, dan kelebihan penumpang kapal sebagai penyebab sebagian besar tragedi ini.

Badai yang oleh penduduk lokal disebut dengan Kalboishakhi sering melanda Banglades pada awal musim panas hingga menjelang musim dingin, yang umumnya dimulai pada awal Juni.

Perahu merupakan transportasi utama yang melayani banyak daerah pedesaan terpencil di Banglades, terutama di kawasan selatan dan timur laut.

Sekitar 150 orang tewas di distrik ini pada Maret 2012, saat feri yang dijejali 200 penumpang tenggelam setelah bertabrakan dengan tongkang minyak pada tengah malam.

Pada 2011, sebanyak 32 orang tewas ketika kapal penumpang tenggelam di distrik ini, juga setelah bertabrakan dengan kapal kargo.

Lalu, setidaknya 85 orang tewas pada 2009, ketika kapal yang kelebihan muatan terbalik di perairan di sekitar Pulau Bhola, di kawasan selatan Banglades.

Para pejabat Angkatan Laut Banglades mengatakan 95 persen dari ratusan ribu kapal kecil dan menengah di negara itu tak memenuhi standar minimum keselamatan. (kompas.com)