Distribusi Logistik Pilpres Seberangi Sungai, Dibantu Kuda dan Sapi

by -5 views

logistikPengiriman logistik Pilpres 2014 tidak semuanya berjalan mulus. Di Bondowoso, Jatim, misalnya, petugas harus berjuang menaklukkan medan berat. Melewati jalan yang terjal, bahkan menyeberangi sungai.

Itulah yang dilakukan petugas dari Polres Bondowoso dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) kemarin. Mereka menyalurkan logistik pilpres ke tiga daerah terpencil. Yakni, Dusun Duren, Desa Brambang Darussalam, Kecamatan Tlogosari. Lalu, Dusun Bungku Anyar, Desa Pandak, Kecamatan Klabang, dan Dusun Paleran, Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok.

Perjalanan dimulai dari Polsek Tlogosari. Tim dari polsek, PPK, dan linmas bergerak menuju Dusun Duren, Desa Brambang Darussalam, Kecamatan Tlogosari, yang berjarak 10 kilometer (km). Rute tersebut terdiri atas 7 km jalan terjal dan 3 km jalan setapak.

Medannya tidak rata. Di sisi kiri jurang, di sisi kanan tebing. Lebar jalan hanya 2 meter. Setiba di Balai Desa Brambang Darussalam, rombongan melanjutkan perjalanan sejauh 3 km menuju Dusun Duren yang berada di lereng Gunung Raung. “Cukup melelahkan, tapi ini tugas negara,” ujar Kapolres Bondowoso AKPB Sabilul Alif.

Rombongan Kapolres menuju dusun tersebut dengan berjalan kaki. Sementara itu, logistik berupa kotak suara dinaikkan kuda.

Anggota PPK Sugiarto mengatakan, ada sekitar 1.900 pemilih di dusun tersebut. Distribusi ke wilayah itu sebelumnya tidak sesulit sekarang. Ada jalur lain yang kondisi jalannya relatif lebih baik. Namun, akses tersebut ditutup salah seorang warga yang kalah dalam pemilihan anggota legislatif April lalu.

Tujuan berikutnya adalah Dusun Bangku Anyar, Desa Pandak, Kecamatan Klabang. Jalan menuju ke sana jauh lebih berat. Petugas harus meniti bibir sungai dengan bantuan seutas tali. Kali ini petugas memanfaatkan sapi untuk mengangkut logistik.

Setelah berjalan sekitar 1 km, rombongan tiba di bibir Kali Sampean Baru. Setelah itu, rombongan naik rakit menuju Desa Pandak, Kecamatan Klabang. Serah terima kotak suara dilaksanakan di bibir pantai.

Yang terakhir, petugas menuju Kecamatan Taman Krocok. Medannya tidak sesulit dua tempat sebelumnya. Hanya, di wilayah itu distribusi harus melewati jembatan dari kawat beralas bambu. Itu bisa disebut jembatan goyang karena selalu berayun-ayun ketika dilewati orang.

Sabilul Alif yang mendampingi distribusi di tiga tempat tersebut mengatakan, Polri berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan pilpres. Untuk itu, medan berat tetap harus dilalui.

(jpnn)