10 Jabatan Strategis TNI AD Diserahterimakan di Cilodong

by -5 views

kostradKepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono akan memimpin upacara serah terima jabatan 10 perwira tinggi di jajaran TNI AD. Jabatan-jabatan yang akan diserahterimakan merupakan jabatan strategis.

Upacara sertijab akan dilakukan di Lapangan Hitam, Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (31/7/2015). Pantauan di lokasi, persiapan sudah dilakukan.

Para prajurit peserta upacara dari berbagai kesatuan di TNI AD sudah berkumpul di sisi lapangan. Sejumlah alutsista juga disiapkan untuk memeriahkan acara. Tampak di antaranya kendaraan tempur tank Leopard, tank Scorpion, dan beberapa meriam.

Tamu-tamu sudah mulai berdatangan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dikabarkan akan menghadiri acara ini namun masih belum dapat dipastikan. Pun demikian dengan mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Adapun 10 perwira tinggi yang akan menerima serah jabatan hari ini adalah:

1. Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Edy Rachmayadi, mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan
2. Komandan Kodiklat TNI AD Mayjen Agus Sutomo
3. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Purwadi Mukson, mantan Wadan Kodiklat TNI AD
4. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswandi, mantan Aspers KSAD
5. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, mantan Danjen Kopassus
6. Pangdam V/Brawijaya Mayjen Sumardi, mantan Gubernur Akmil
7. Danjen Kopassus Brigjen Muhammad Herindra, mantan Kasdam III/Siliwangi
8. Komandan Sesko TNI AD (Seskoad) Brigjen Pratimun, mantan Wadan Seskoad
9. Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Brigjen Dodik Widjanarko, mantan Wadan Puspomad
10. Gubernur Akmil Brigjen Hartomo, mantan Danpusintel TNI AD.

Menurut Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto, pelaksanaan serah terima jabatan kali ini cukup istimewa. Pasalnya sertijab biasanya dilakukan di dalam ruangan di Mabesad, kini dilaksanakan di depan pasukan.

“Cilodong dipilih sebagai tempat sertijab karena lebih representatif dan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Wuryanto di lokasi.

“Sertijab dilakukan secara bersamaan juga dimaksudkan untuk efisiensi waktu karena pada saat ini pejabat-pejabat tersebut harus segera melaksanakan tugas barunya di satuan masing-masing,” tutupnya.

(detik.com)