Ratusan Siswa SMA di Depok ini Menunggu Kejelasan Status, Kini Numpang Belajar di SMP

by -12 views

sman filialTerik matahari ‘membakar’ Depok, Jawa Barat. Namun itu tak menghalangi langkah ratusan siswa berseragam abu-abu mencari ilmu. Dengan langkah cepat menghindari panas, mereka berjalan masuk ke SMP 4 Depok.

Sudah beberapa hari ini siswa-siswi yang duduk di kelas 1 itu belajar menumpang di sekolah SMP itu. Kondisi ini mungkin lebih baik, sebelumnya mereka luntang-lantung tak jelas. Tak ada kelas, tak ada ruang belajar. Padahal, secara administratif mereka terdaftar di SMA 3 Depok.

Para siswa SMA murid baru itu belajar di SMP 4 Depok bukan karena sekolahnya, SMA 3 Depok sedang direnovasi. Namun justru karena SMA 3 memang tidak sanggup menampung ratusan siswa untuk belajar di sana karena jumlahnya yang melebihi kuota.

Ada sembilan kelas di SMP 4 yang mereka gunakan dengan total 360 siswa. Belum lagi satu ruangan yang diperuntukan untuk ruang para guru.

Sejatinya bukan hanya siswa dari SMA 3 saja yang bersekolah di SMP ini. Masih ada juga beberapa siswa dari SMA 2 Depok. SMP ini praktis ‘berubah nama’ menjadi SMA 3 filial atau kelas jauh.

Hal ikhwal ratusan Kisruh ini semua berawal saat pendaftaran sekolah secara online di Depok. Jumlah calon siswa yang mendaftar ke SMA 2 dan 3 sudah melebihi kapasitas tampung.

Singkatnya meski sudah lewat kuota, para orang tua siswa dari dua sekolah tersebut dikumpulkan di SD Karakter Bangsa, Cilodong. SD ini awalnya dijadikan SMA negeri filial zona tengah untuk siswa yang tidak tertampung di SMA 2, SMA 3, dan SMA 8. Para ortu ini sebelumnya diminta meneken sebuah surat di atas materai. Belakangan para ortu baru mengetahui surat itu sebagai persetujuan mereka tunduk pada segala risiko anaknya akan disekolahkan di SMA 3.

‘Risiko’ itu akhirnya terjawab. Tanpa ada pemberitahuan apa pun, tiba-tiba saja para siswa itu dipindahkan ke SMP 4 Depok. Ada sekitar 11 kelas saat itu yang ‘dibubarkan’ dari SD Karakter Bangsa.

“Anak saya telepon, kata gurunya, mereka dipindahin ke SMP 4. Pada berhamburan lah, ada yang naik motor, naik angkot,” ungkap salah satu ortu murid, Veronica saat ditemui di SMP 4, Selasa (25/8/2015).

Kini, sekitar 360 siswa SMU 3 filial resmi sudah melakukan kegiatan belajar mengajar di SMP 4. Sembilan kelas yang ditempati seluruhnya berada di lantai dasar. Karena keberadaan SMA 3 filial juga lah, seluruh siswa SMP 4 ‘terpaksa’ jam masuknya dipercepat setengah jam menjadi pukul 06.30 WIB.

(detik.com)