Tak mau kalah dari Sukhoi, AS rayu Indonesia beli varian baru F-16

by -5 views

pesawatTentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) telah menunjuk produsen pesawat tempur Rusia, Sukhoi untuk menggantikan F-5 Tiger II yang mulai uzur. Indonesia telah memilih Su-35 untuk menambah daya gempur sekaligus mengamankan wilayah udara dari penyusupan pesawat asing.

Namun, penunjukan tersebut tak lantas membuat Lockheed Martin, perusahaan pembuat pesawat F-16 Fighting Falcon patah arang. Mereka semakin gencar mempromosikan jet tempur terbarunya kepada Indonesia.

Jet tempur ini merupakan varian terbaru yang akan diproduksi pertama kalinya jika Indonesia setuju untuk membelinya. Alhasil, Indonesia bakal menjadi negara pertama dan satu-satunya di dunia yang mempergunakan sistem radar terbaru dan tercanggih.

“Indonesia sudah punya tradisi panjang terbangkan F-16. Dan Viper adalah mode; terbaru yang ditawarkan Amerika Serikat kepada Indonesia,” ujar Duta Besar AS, Robert O Blake dalam jumpa persnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (7/10) kemarin.

Blake menjelaskan, pesawat ini dapat memberikan banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkan varian sebelumnya. Radar jenis AESA yang bisa mendeteksi pergerakan di udara maupun di darat.

“Radarnya yang canggih bisa digunakan untuk memerangi illegal fishing dan illegal logging dari udara,” terangnya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis F-16 Lockheed Martin, Randy Howard. Bahkan, dia yakin pesawat varian terbaru ini bakal menyingkirkan semua kompetitor, termasuk Sukhoi.

“Varian ini punya radar aktif. Siapa lagi yang punya radar aktif sebaik dan secanggih kami, saya yakin kompetitor lain tidak ada,” ucapnya yakin.

Seperti diketahui, sejumlah perusahaan pesawat tempur dunia juga gencar melakukan pendekatan kepada Indonesia untuk memenangi program menggantikan Nortrop F-5E/F Tiger II dari Skadron 14 TNI AU. Selain Sukhoi dan F-16, tiga negara lainnya juga ikut menawarkan produk unggulannya masing-masing. Mulai dari JAS-39C/D Gripen (Swedia), Eurofighter Typhoon (Inggris), dan Dassault Rafale (Prancis.

Pembelian calon pengganti F-5E/F Tiger II dilakukan sesuai visi Kekuatan Esensial Minimum II (2019-2024). Namun, sampai kini belum terlaksana. Namun, TNI AU maupun Kementerian Pertahanan menyebut-nyebut itu adalah Sukhoi Su-35BM.

(Merdeka)