Polisi Sebut 9 Tersangka Pembongkaran Rumah Oleh Rentenir Di Garut

by -44 views
pembongkaran rumah oleh rentenir di garut

JABARMEDIA.COM, GARUT – Polres Garut, Jawa Barat menetapkan sembilan tersangka pasca pembongkaran rumah warga karena terlilit utang kepada rentenir.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan dalam kasus ini ada dua kasus, yakni perusakan rumah yang di dalangi A dan penggelapan tanah oleh tersangka berinisial E.

Akhirnya kami menetapkan tersangka yakni perusakan bersama dan juga kasus penggelapan tanah,” katanya di Mapolres Garut, Selasa (20/9/2022).

Tersangka, yakni A (33) pelaku pembongkaran rumah, UU (47) karena terlambat membayar utang, akhirnya menjadi tersangka.

A adalah tersangka bersama delapan orang lainnya yang di sebut ikut merobohkan rumah UU di Desa Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, (10/9/2022).

Kesembilan orang tersebut menjadi tersangka karena melanggar Pasal 170 KUHP JO Pasal 55 KUHP JO Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP, untuk pemusnahan bersama.

Baca Juga:  Samsat Depok Berlakukan Sistem e-Samsat

AKBP Wirdhanto menjelaskan, dalam kasus itu pihaknya juga menerima laporan penggelapan lahan. “Tersangka E yang merupakan adik korban, jadi total tersangka 9 orang,” katanya.

Sebelumnya, kasus pembongkaran rumah Undang membuat heboh masyarakat luas. Rumah Undang di robohkan rentenir karena tak mampu membayar Rp 1,3 juta.

Anak putus sekolah

Anak Undang juga menjadi korban kekerasan rentenir dan terpaksa putus sekolah.

Sejak terlilit utang, kami bekerja ke Bandung, anak-anak di ambil dan sekolah di liburkan, sekarang mereka harus duduk di kelas lima SD,” katanya kepada Tribunjabar.id dikutip rakanews, Senin (19/9/2022).

Baca Juga:  Rieke Keukeuh Jabar 1

Ia mengatakan, anaknya terpaksa mengungsi ke Bandung karena tidak ada yang memperhatikan. Kalau di tinggal sendirian di rumah, takut anaknya jadi incaran rentenir.

Kasihan kalau di tinggal sendiri di rumah, jadi harus kita bawa ke Bandung, dia bekerja dengan ibunya sebagai pembantu,” katanya.

Undang berharap anaknya bisa kembali bersekolah. Menurutnya, anaknya juga ingin kembali bersekolah. “Anak saya sangat ingin sekolah lagi,” katanya.

Undang kehilangan rumahnya karena terlilit utang Rp 1,3 juta ke rentenir. Rumah biliknya di robohkan karena Undang tidak mampu membayar.

Proses hukum untuk kasus ini saat ini sedang berlangsung. “Saya mengharapkan keadilan,” kata Undang.