AI Gemini 2.5 Pro Kini Dapat Digunakan SecaraGratis, Tidak Perlu Berlangganan

by -
by
AI Gemini 2.5 Pro Kini Dapat Digunakan SecaraGratis, Tidak Perlu Berlangganan


JABARMEDIA

– Perusahaan raksasa teknologi Google telah meluncurkan versi terbaru dari sistem kecerdasannya, yaitu Gemini 2.5 Pro. Peluncuran ini dilakukan pada awal bulan Maret tahun 2025. Sistem baru tersebut dianggap sebagai model dengan kapabilitas inferensi lebih baik dibandingkan pendahulunya.

Gemini 2.5 Pro telah diluncurkan di platform AI Studio Google dan saat ini sedang dalam proses peningkatan.
experimental
).

Baru-baru ini, Google menyatakan bahwa versi eksperimental dari Gemini 2.5 Pro kini tersedia secara cuma-cuma bagi semua penggunanya. Sebelumnya, untuk bisa memanfaatkan Gemini 2.5 Pro, para pengguna wajib mendaftar ke layanan langganan Google One AI Premium.

“Versi eksperimental dari Gemini 2.5 Pro telah dirilis. Mulai hari ini, kami akan menawarkan Gemini 2.5 Pro (versi) eksperimental ke semua pemakai Gemini,” jelas Google Gemini App (@GeminiApp) pada media sosialnya.
microblogging
X (dulu Twitter), dikutip
KompasTekno
, Senin (31/3/2025).

Google pun menginformasikan bahwa varian terbarunya dari model kecerdasan buatan tersebut bakal dirilis dalam waktu dekat bagi pemakai Gemini di platform seluler atau melalui aplikasi.

Atau sebagai gantinya, Google merekomendasikan kepada para penggunanya untuk secara langsung mengakses situs web di gemini.google.com.

Baca Juga:  Mau Pasang Tiang, Tiga Pekerja Internet Tewas Tersetrum

Meskipun tersedia bagi semua pengguna, Google tetap akan menerapkan biaya tertentu pada para pemakai yang berkeinginan mencoba sepenuhnya fitur Gemini 2.5 Pro. Demikian hasil pengujian.
KompasTekno
Interaksi yang dikerjakan sangat dibatasi.

Jika Anda ingin meneruskan pembicaraan atau berinteraksi dengan model AI Gemini 2.5 Pro, diperlukan pendaftaran untuk Google Advanced, yang datang bersama dengan beberapa manfaat dari langganan Google One senilai Rp 309.000 setiap bulannya.

Bila Anda ingin mengetahui tentang semua pembaruan yang dibawa oleh model AI Gemini 2.5 Pro, silakan merujuk ke penjabaran di bawah ini.


Memiliki wawasan kontekstual yang lebih mendalam

Model penalaran adalah jenis baru dari model kecerdasan buatan (AI) yang diciptakan untuk mengatasi permasalahan rumit dengan cara membaginya menjadi langkah-langkah lebih sederhana dan terkelola dengan baik, kemudian menuntaskan persoalan tersebut melalui proses berpikir secara logis.

Model AI ini mensimulasikan penyelesaian masalah seperti cara manusia menarik kesimpulan dengan logika.

Sebagai model yang bisa bernalar, Gemini 2.5 Pro akan berpikir beberapa tahap sebelum merespons. Model ini bisa menerima berbagai input termasuk teks, audio, gambar, video dan kumpulan data.

Baca Juga:  PNBP ESDM 2025 Tembus Rp138,37 Triliun, Penuhi Target APBN

Gemini 2.5 Pro juga bisa mengerti seluruh perpustakaan kode saat diberi tugas untuk menangani projek pemrograman.

Versi terkini dari Model AI Google ini memberikan jendela konteks (
context windows
) yang signifikan, hingga mencapai 1 juta token dalam versi eksperimental Gemini 2.5. Akan tetapi, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 2 juta token.

Ini berarti bahwa model tersebut mampu memahami dan menangani jumlah teks yang lebih besar dalam sekali pengolahan.

Saran dukungan ini amat membantu untuk pekerjaan-pekerjaan yang mengharuskan pengetahuan kontekstual yang luas, misalnya ringkas dokumen berpanjangan, olah percakapan bertele-tele, ataupun lakukan analisa mendalam pada kumpulan teks raksasa.

Gemini versi 2.5 yang telah berstatus Pro sudah melewati sejumlah tes di berbagai platform.
benchmark
Model kecerdasan buatan tersebut diklaim memiliki kemampuan penalaran yang canggih. Menurut pernyataan Google, model AI ini menonjol dalam hal itu.
benchmark match
dan ilmu pengetahuan seperti GPQA serta AIME 2025.

Kavukcuoglu mengklaim pula bahwa Gemini 2.5 Pro mencetak angka tertinggi sebesar 18,8% lebih baik daripada varian model lain saat diuji melalui tes “Humanity’s Last Exam” tanpa bantuan perangkat atau set data spesifik dirancang untuk mendeteksi pemahaman serta logika manusia.

Baca Juga:  Bogor Barat dan Timur Jadi Pusat Kota Baru, Pemkab Sebut "Twin City"

Performa dari model kecerdasan buatan ini juga mengungguli di bidang pemrograman, dengan perolehan skor yang bahkan melebihi Gemini 2.0 pada tes tersebut.
benchmark
tertentu.

“Kami mengutamakan performa dalam proses encoding, dan dengan rilis Gemini 2.5, kami sudah meraih peningkatan dari versi sebelumnya yaitu Gemini 2.0, dimana masih ada beberapa pembaruan yang akan menyusul,” jelas Kavukcuoglu.

Karena pembaruan tersebut, Gemini 2.5 Pro dianggap superior dalam mengembangkan aplikasi web dengan tampilan yang memukau. Sistem kecerdasan buatan juga dapat memanfaatkan kapabilitas pembelajarannya untuk merancang video game. Untuk contoh lebih lanjut, silakan periksa videonya disini.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Gemini 2.5 Pro hanya tersedia dalam versi uji coba. Pada fase ini, Google mengizinkan para pengembang hingga perusahaan untuk mencoba menggunakan Gemini 2.5 Pro, agar mereka bisa mendapatkan masukan tentang model kecerdasan buatan tersebut.

Gemini 2.5 Pro pun siap digunakan oleh para pemakai Gemini Advance (AI Gemini yang berlangganan), termasuk mereka yang menggunakan AI Gemini tersebut.
desktop
maupun
mobile
.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.