Pedagang Berbondong-bondong ke Pasar Taman Puring Pasca-Kebakaran

by -
by
Pedagang Berbondong-bondong ke Pasar Taman Puring Pasca-Kebakaran

Pasar Taman Puring Kembali Ramai, Namun Bukan Akibat Aktivitas Jual Beli

Pada hari Selasa (29/7/2025) pagi, suasana di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kembali ramai. Namun, keramaian tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas jual beli seperti biasanya. Melainkan, para pedagang dan warga sedang melakukan proses evakuasi sisa-sisa kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya.

Kebakaran terjadi pada Senin (28/7/2025) sore, sekitar pukul 18.02 WIB. Menurut laporan dari warga, api menyebar dengan cepat dan menghanguskan sebagian besar bangunan pasar. Sejumlah pedagang tampak berusaha menyelamatkan barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan. Mereka membawa karung putih besar untuk mengangkut barang-barang yang sudah tertutup abu.

Salah satu pedagang, Mardi (50 tahun), bersama karyawannya mencoba mengais tumpukan puing di tokonya. Mereka memisahkan barang besar dan kecil ke dalam karung yang berbeda. Mardi mengaku bahwa tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan dari tokonya yang menjual alat bor. Ia berencana menjual sisa-sisa mesin yang hangus terbakar ke tukang rongsokan.

Baca Juga:  Polri Siapkan SPPG di Buntet Cirebon, Beroperasi Februari 2026

“Enggak ada (barang yang selamat), habis semua barangnya. Nanti mau dirongsok saja, dikiloin,” kata dia saat ditemui di depan tokonya. Ujung jari-jari Mardi terlihat hitam, menunjukkan bahwa ia mengais sisa barang-barang yang terbakar dengan tangannya sendiri. Padahal, Mardi baru saja memasok sejumlah mesin bor senilai Rp 10 juta. Sayangnya, belum sempat terjual, semuanya hangus dilalap api.

Sementara itu, pedagang lainnya bernama Nilam (29 tahun) juga berusaha mengumpulkan tas-tas dagangannya bersama dua rekannya. Ia memasukkan tas yang dikumpulkan ke dalam karung putih. Setelah dibawa keluar area pasar, mereka menyortir tas yang masih layak dijual dan yang tidak. Di samping mereka terdapat seorang pemulung yang memperhatikan proses penyortiran itu.

Saat Nilam dan dua rekannya selesai, seorang pemulung bernama Ami (bukan nama sebenarnya) langsung mendekat. Lantas Nilam pun menawarkan tiga buah tas kulit yang sudah lusuh kepada Ami. Ia mengatakan bahwa satu dari tiga tas masih cukup bagus, hanya perlu sedikit dibersihkan. Ami menerima tawaran itu dengan senang hati. Ia langsung membuka karung putih berisi sampah plastik yang telah dikumpulkannya sebelumnya.

Baca Juga:  Persib Akhiri Kompetisi dengan Manis

Ami mengaku akan menjual barang-barang tersebut ke tukang rongsokan, sebagaimana yang biasa ia lakukan setiap hari. Ia juga berencana terus memantau kawasan pasar untuk mencari sisa-sisa barang yang mungkin tak diambil lagi oleh para pedagang. Namun, dia masih menghargai pedagang yang baru tertimpa musibah dan memilih menunggu beberapa hari ke depan. Pasalnya, garis polisi masih membatasi area pasar yang masih mengepulkan asap putih.

“Iya nanti mau ke sana juga (pasar), tapi nanti mungkin tiga empat hari lagi, kalau sudah dibolehin,” kata Ami. Setelah itu, Ami kembali berjalan menyusuri garis polisi. Ia memungut sejumlah sampah kecil, berupa sobekan kardus yang berserakan di luar area terlarang, lalu pergi meninggalkan lokasi.

Adapun kebakaran melanda Pasar Taman Puring pada Senin (28/7/2025) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.02 WIB, berdasarkan laporan dari warga. Menurut informasi yang dihimpun dari data resmi Command Center Damkar, objek yang terbakar adalah bangunan rendah di kompleks pasar tersebut.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.